STAIN KEPRISTAIN KEPRI
TANJAK : Journal of Education and TeachingTANJAK : Journal of Education and TeachingPenyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang inklusif memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK), untuk memastikan terpenuhinya hak pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru BK dalam mendukung penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus melalui manajemen BK berbasis kolaborasi di sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru BK tentang penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus berada pada kategori tinggi, demikian pula peran guru BK dalam mendukung penyelenggaraan SPMB. Dukungan yang diterima guru BK berada pada kategori sedang, sedangkan hambatan yang dihadapi berada pada kategori tinggi. Hambatan utama meliputi keterbatasan kompetensi terkait siswa berkebutuhan khusus, kurangnya informasi awal calon peserta didik, keterbatasan tenaga profesional pendukung, serta belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus bukan terletak pada rendahnya pemahaman atau peran guru BK, melainkan pada belum optimalnya sistem dukungan dan kolaborasi yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan manajemen BK berbasis kolaborasi yang mampu mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan SPMB yang lebih inklusif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru BK telah memiliki kapasitas dan peran yang cukup baik dalam mendukung penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus, namun efektivitas pelaksanaannya masih dibatasi oleh dukungan yang belum optimal dan tingginya hambatan yang dihadapi.Oleh karena itu, diperlukan pengembangan manajemen BK berbasis kolaborasi yang mampu mengintegrasikan peran guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, orang tua, tenaga profesional, dan pemangku kepentingan lainnya dalam satu sistem layanan yang terstruktur.Pengembangan model tersebut diharapkan dapat memperkuat proses identifikasi kebutuhan, koordinasi layanan, penyediaan dukungan, dan pengambilan keputusan sejak tahap SPMB sehingga penyelenggaraan pendidikan yang inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus dapat terlaksana secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan SPMB bagi siswa berkebutuhan khusus, perlu dikembangkan model manajemen BK berbasis kolaborasi yang terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Model ini harus mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, orang tua, dan tenaga profesional. Selain itu, penting untuk memperkuat sistem dukungan dan kolaborasi antar pihak, serta meningkatkan kompetensi guru BK dalam bidang asesmen kebutuhan awal siswa berkebutuhan khusus. Dengan demikian, proses identifikasi kebutuhan dan perencanaan layanan yang tepat bagi siswa dapat dilakukan sejak tahap penerimaan peserta didik.
| File size | 193.33 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
GERAKANEDUKASIGERAKANEDUKASI Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperolehPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh
GERAKANEDUKASIGERAKANEDUKASI Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi media papan cerita berdampak positif signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelasDengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi media papan cerita berdampak positif signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas
UMSBUMSB Program tersebut secara signifikan meningkatkan kualitas pengalaman ibadah sunnah siswa, mengubah aktivitas menjadi kebutuhan spiritual intrinsik. HalProgram tersebut secara signifikan meningkatkan kualitas pengalaman ibadah sunnah siswa, mengubah aktivitas menjadi kebutuhan spiritual intrinsik. Hal
IAIYASNIBUNGOIAIYASNIBUNGO Praktik pertanian tidak hanya ekonomi tetapi juga sarana spiritual yang memotivasi komitmen masyarakat. Penggunaan tanaman lokal, gotong royong, dan airPraktik pertanian tidak hanya ekonomi tetapi juga sarana spiritual yang memotivasi komitmen masyarakat. Penggunaan tanaman lokal, gotong royong, dan air
IAIYASNIBUNGOIAIYASNIBUNGO Ketiga, reformasi pendidikan agama Islam harus diarahkan pada pengembangan pendekatan holistik yang tidak hanya menekankan transfer pengetahuan, tetapiKetiga, reformasi pendidikan agama Islam harus diarahkan pada pengembangan pendekatan holistik yang tidak hanya menekankan transfer pengetahuan, tetapi
IAIYASNIBUNGOIAIYASNIBUNGO The film wisely utilizes the representation of the wifes role to further emphasize Minangkabau cultural values and show its relevance in the present context.The film wisely utilizes the representation of the wifes role to further emphasize Minangkabau cultural values and show its relevance in the present context.
IAIYASNIBUNGOIAIYASNIBUNGO Penelitian mengidentifikasi tantangan seperti perbedaan persepsi, stereotip, dan diskriminasi, serta menyarankan solusi untuk mengatasi hambatan tersebut.Penelitian mengidentifikasi tantangan seperti perbedaan persepsi, stereotip, dan diskriminasi, serta menyarankan solusi untuk mengatasi hambatan tersebut.
IAIYASNIBUNGOIAIYASNIBUNGO Keberagaman mahasiswa di perguruan tinggi—meliputi perbedaan gaya belajar, kemampuan, minat, dan latar belakang—menuntut pendekatan pembelajaran yangKeberagaman mahasiswa di perguruan tinggi—meliputi perbedaan gaya belajar, kemampuan, minat, dan latar belakang—menuntut pendekatan pembelajaran yang
Useful /
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Faktor-faktor tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling berinteraksi dalam membentuk proses pendidikan yang mengintegrasikan dimensi ontologis, epistemologis,Faktor-faktor tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling berinteraksi dalam membentuk proses pendidikan yang mengintegrasikan dimensi ontologis, epistemologis,
POLTEKBAUBAUPOLTEKBAUBAU Untuk itu, direkomendasikan agar pemerintah Kabupaten Malang mengoptimalkan pengembangan ketiga subsektor ini melalui peningkatan produktivitas dan dukunganUntuk itu, direkomendasikan agar pemerintah Kabupaten Malang mengoptimalkan pengembangan ketiga subsektor ini melalui peningkatan produktivitas dan dukungan
POLTEKBAUBAUPOLTEKBAUBAU Empat variabel independen, yaitu citra merek (X1), atmosfer toko (X2), promosi (X3), dan inovasi produk (X4), memiliki pengaruh positif dan signifikanEmpat variabel independen, yaitu citra merek (X1), atmosfer toko (X2), promosi (X3), dan inovasi produk (X4), memiliki pengaruh positif dan signifikan
UNSUNS Gumantar adalah salah satu desa di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa ini memiliki potensi pertanianGumantar adalah salah satu desa di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa ini memiliki potensi pertanian