UNWAHAUNWAHA

EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan TeknologiEDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menggunakan simple present tense, dan untuk mengetahui proporsi kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI MA Mambaul Ulum Megaluh. Metodologi penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data diambil dari tugas menulis siswa. Populasi dari penelitian dan sampel penelitian ini sebanyak 138 kalimat mengandung kesalahan dalam penggunaan simple present tense berdasarkan Kategori Linguistik Taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis kesalahan dalam penggunaan simple present tense yang dibuat oleh siswa berdasarkan Taksonomi Kategori Linguistik. Kesalahan Frasa Kata Benda, Kesalahan Frasa Kata Kerja, Kesalahan Konstruksi Kata Kerja dan Kata Kerja, Word Kesalahan pemesanan dan beberapa kesalahan transformasi. Hasil analisis penyebab menunjukkan penyebab yang paling banyak yang dilakukan adalah Performance Error dengan prosentase 96,77%. Penyebab kedua adalah Generalisasi berlebihan dengan persentase 87,09%. Penyebab ketiga adalah Penanda dari kompetensi transisi dengan prosentase 80,64%. Penyebab keempat adalah disebabkan oleh Guru kesalahan dengan persentase 67,75%. Penyebab kelima adalah Strategi komunikasi dan asimilasi dengan persentase 64,51%. Dan yang terakhir adalah Interferensi dengan persentase 25,80%.

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan siswa kelas XI MA Mambaul Ulum Megaluh dalam menggunakan simple present tense.Hasilnya menunjukkan ada 138 kesalahan yang terbagi menjadi lima kategori utama.frasa kata benda, frasa kata kerja, konstruksi kata kerja, urutan kata, dan transformasi.Penyebab dominan kesalahan adalah performance error (96,77 %), diikuti oleh generalisasi berlebihan (87,09 %) dan interferensi bahasa (25,80 %).

Pertama, lakukan penelitian kuantitatif longitudinal untuk menilai dampak intervensi koreksi kesalahan berbasis teknologi pada peningkatan penggunaan simple present tense oleh siswa dalam jangka menengah. Kedua, telaah hubungan antara tingkat kesadaran metakognitif siswa dan frekuensi performance error menggunakan instrumen validitas tinggi, guna mengidentifikasi variabel yang dapat ditargetkan dalam program peningkatan kemampuan menulis. Ketiga, kembangkan kurikulum berbasis proyek kolaboratif yang menekankan praktik menulis berulang kali dan umpan balik konstruktiif, lalu evaluasi efektivitasnya melalui desain eksperimen pre‑test‑post‑test dengan kelompok kontrol.

Read online
File size493.03 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test