UNWAHAUNWAHA
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan TeknologiEDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan TeknologiPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterampilan berpikir kritis dalam pemahaman siswa di SD Negeri Kedungdowo Jombang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan guru PAI dan siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis, wawancara dengan guru, dan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi kesulitan terbesar dalam keterampilan menyimpulkan (inference), sementara keterampilan membangun dasar (basic support) dan penjelasan lanjut (advanced clarification) cenderung lebih mudah dikuasai. Rekomendasi disarankan kepada guru untuk memfokuskan pengembangan keterampilan menyimpulkan melalui latihan intensif dan diskusi kelompok yang lebih efektif.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat kesimpulan bahwa hasil observasi di kelas bawah terhadap pemahaman berpikir kritis masih belum mampu.Secara keseluruhan, hasil tes berpikir kritis di kelas atas menunjukkan bahwa siswa di kelas 5 memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang diujikan dibandingkan dengan kelas 4 dan kelas 6.Guru menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan belajar yang beragam di kelas dan menggunakan berbagai strategi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.Strategi yang digunakan oleh guru penting untuk membantu siswa mengatasi kesulitan ini.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan menyimpulkan siswa, seperti gaya belajar, latar belakang keluarga, atau kualitas pengajaran. Kedua, pengembangan instrumen penilaian berpikir kritis yang lebih komprehensif dan valid dapat menjadi fokus penelitian, dengan mempertimbangkan berbagai aspek keterampilan berpikir kritis yang relevan dengan konteks pembelajaran PAI. Ketiga, penelitian tindakan kelas (PTK) dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan melibatkan guru sebagai agen perubahan di kelas.
| File size | 383.35 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
MAHADEWAMAHADEWA Tanggapan siswa menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi (92,9%). Pengujian efektivitas mengungkapkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar, denganTanggapan siswa menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi (92,9%). Pengujian efektivitas mengungkapkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar, dengan
YALAMQAYALAMQA Perlindungan hukum merupakan fondasi penting, tetapi upaya implementasi yang optimal dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesetaraanPerlindungan hukum merupakan fondasi penting, tetapi upaya implementasi yang optimal dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesetaraan
UNWAHAUNWAHA Selain itu, pada tahap implementasi respon siswa sebesar 3,41 yang dapat dikategorikan “berkualitas baik. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkanSelain itu, pada tahap implementasi respon siswa sebesar 3,41 yang dapat dikategorikan “berkualitas baik. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan
UNWAHAUNWAHA Dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang mana sebagai Bahasa Asing, Guru harus mengetahui bagaimana cara untuk menyajikan materi dengan baik. Materi tersebutDalam pembelajaran Bahasa Inggris yang mana sebagai Bahasa Asing, Guru harus mengetahui bagaimana cara untuk menyajikan materi dengan baik. Materi tersebut
UNWAHAUNWAHA Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menggunakan simple present tense, dan untuk mengetahui proporsiTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menggunakan simple present tense, dan untuk mengetahui proporsi
UNWAHAUNWAHA Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan Pendidikan Entrepreneur di Pondok Pesantren Fathul Ulum dituangkan dalam bentuk kurikulum Pembelajaran entrepreneur,Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan Pendidikan Entrepreneur di Pondok Pesantren Fathul Ulum dituangkan dalam bentuk kurikulum Pembelajaran entrepreneur,
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara dengan 30 siswa kelas VII F SMP Negeri 13 Pekalongan. Dari hasil tes, siswa dibagi ke dalam tiga kategoriPengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara dengan 30 siswa kelas VII F SMP Negeri 13 Pekalongan. Dari hasil tes, siswa dibagi ke dalam tiga kategori
UnmulUnmul Pertama, perencanaan asesmen adalah proses bagi guru untuk memahami kaidah dasar dan menentukan jenis asesmen. Dalam tahap ini guru menyusun kriteria asesmenPertama, perencanaan asesmen adalah proses bagi guru untuk memahami kaidah dasar dan menentukan jenis asesmen. Dalam tahap ini guru menyusun kriteria asesmen
Useful /
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara rasa syukur dan resiliensi pada pekerja perempuan yang telah diberhentikan karenaPenelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara rasa syukur dan resiliensi pada pekerja perempuan yang telah diberhentikan karena
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA The expert validation yielded an average V-Aiken score of 0. 75, indicating fair validity, with seven questions confirmed as both valid and reliable. TeacherThe expert validation yielded an average V-Aiken score of 0. 75, indicating fair validity, with seven questions confirmed as both valid and reliable. Teacher
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Kesimpulan: aplikasi V‑BAR berbasis Android dan model PBL efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V. Aplikasi V‑BARKesimpulan: aplikasi V‑BAR berbasis Android dan model PBL efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V. Aplikasi V‑BAR
UnmulUnmul Reprsentasi pada anak usia 6-7 tahun dalam menggunakan afiks dipengaruhi oleh ucapan orang dewasa sehingga anak mengikuti dan mampu menggunakan afiks denganReprsentasi pada anak usia 6-7 tahun dalam menggunakan afiks dipengaruhi oleh ucapan orang dewasa sehingga anak mengikuti dan mampu menggunakan afiks dengan