SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL

International Journal of Social Science, Education, Communication and EconomicsInternational Journal of Social Science, Education, Communication and Economics

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara rasa syukur dan resiliensi pada pekerja perempuan yang telah diberhentikan karena pandemi Covid-19. Hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan antara rasa syukur dan resiliensi. Partisipan dalam penelitian ini adalah 150 pekerja yang diberhentikan akibat pandemi Covid-19. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah skala resiliensi yang merujuk pada aspek resiliensi yang diusulkan oleh Connor dan Davidson (2003) serta skala rasa syukur yang merujuk pada aspek rasa syukur yang diusulkan oleh McCullough, Emmons dan Tsang (2002). Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis korelasi produk momen Pearson. Hasil analisis korelasi produk momen Pearson menunjukkan nilai r = 0,638 dengan nilai p = 0,000 (p <0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara rasa syukur dan resiliensi. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan diterima.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara rasa syukur dan resiliensi pada pekerja yang diberhentikan akibat pandemi Covid‑19.semakin tinggi tingkat rasa syukur, semakin tinggi pula tingkat resiliensi pekerja.Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa rasa syukur dapat meningkatkan kemampuan adaptasi individu terhadap tekanan hidup.Oleh karena itu, intervensi yang memfasilitasi peningkatan rasa syukur dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan resiliensi pekerja yang menghadapi PHK.

Berdasarkan temuan bahwa rasa syukur berperan positif terhadap resiliensi pekerja PHK, penelitian selanjutnya dapat menelusuri apakah intervensi berbasis gratitude journal dapat meningkatkan resiliensi secara longitudinal, serta memeriksa peran faktor psikologis seperti optimisme dan dukungan sosial sebagai moderator hubungan tersebut. Selain itu, studi kualitatif mendalam dapat menggali mekanisme internal bagaimana kerja rasa syukur mengubah persepsi pekerja terhadap kehilangan pekerjaan, dan apakah faktor budaya lokal mempengaruhi efektivitas program gratitude. Akhirnya, penelitian dapat menguji apakah program pelatihan resiliensi berbasis rasa syukur dapat berkontribusi pada penurunan tingkat depresi dan kecemasan di kalangan karyawan terpisah, sehingga memberi panduan bagi lembaga tenaga kerja dan perusahaan dalam merancang kebijakan kesehatan mental yang berbasis bukti.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0003-066X.59.1.20APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0003 066X 59 1 20
  2. Gratitude as a Human Strength: Appraising the Evidence | Journal of Social and Clinical Psychology. gratitude... guilfordjournals.com/doi/10.1521/jscp.2000.19.1.56Gratitude as a Human Strength Appraising the Evidence Journal of Social and Clinical Psychology gratitude guilfordjournals doi 10 1521 jscp 2000 19 1 56
  3. PENGEMBANGAN SKALA SOCIAL DESIRABILITY | Oktapialdi | JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT. pengembangan skala social... ejournal.upi.edu/index.php/insight/article/view/11921PENGEMBANGAN SKALA SOCIAL DESIRABILITY Oktapialdi JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT pengembangan skala social ejournal upi edu index php insight article view 11921
  4. Resiliency, Self‐Regulation, and Reemployment After Job Loss - McLarnon - 2020 - Journal of... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/joec.12149Resiliency SelfyAAAaRegulation and Reemployment After Job Loss McLarnon 2020 Journal of onlinelibrary wiley doi 10 1002 joec 12149
Read online
File size276.97 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test