WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS

West Science Journal Economic and EntrepreneurshipWest Science Journal Economic and Entrepreneurship

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Investasi Langsung Asing (FDI), Investasi Domestik (DI), dan kiriman uang terhadap pendapatan per kapita di Indonesia. Penelitian menggunakan data panel dari 34 provinsi di Indonesia selama periode 2013-2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, dan Kementerian Investasi/BKPM. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 10. Pemilihan model dilakukan melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier (LM), yang menghasilkan Common Effect Model (CEM) sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, FDI, DI, dan kiriman uang tidak memiliki dampak signifikan terhadap pendapatan per kapita di Indonesia. Secara simultan, FDI, DI, dan kiriman uang juga tidak secara signifikan mempengaruhi pendapatan per kapita. Nilai adjusted R-square sebesar 0,44% menunjukkan bahwa variasi pendapatan per kapita sebagian besar dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Oleh karena itu, peningkatan pendapatan per kapita di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh investasi dan kiriman uang, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti kualitas sumber daya manusia, pengeluaran pemerintah, dan infrastruktur.

Berdasarkan analisis Common Effect Model (CEM) data panel di 34 provinsi Indonesia selama periode 2013-2023, disimpulkan bahwa secara parsial maupun simultan, variabel PMA, PMDN, dan Remittance tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan per kapita di Indonesia.Hal ini ditunjukkan oleh nilai F yang dihitung (0,455) dan semua nilai t yang lebih kecil dari nilai kritis, dengan nilai adjusted R² hanya 0,44%.Ketidaksignifikan ketiga variabel ini menunjukkan bahwa pendapatan per kapita di Indonesia sebagian besar ditentukan oleh faktor-faktor lain di luar model, seperti kualitas sumber daya manusia, pengeluaran pemerintah, dan infrastruktur.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kebijakan yang lebih komprehensif dan pengembangan model penelitian dengan variabel yang lebih komprehensif untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat tentang determinan pendapatan per kapita di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, disarankan agar pemerintah meningkatkan kualitas dan distribusi investasi langsung asing (PMA) dan investasi langsung domestik (PMDN) agar dampaknya terhadap pendapatan masyarakat dapat dirasakan secara optimal, terutama dalam pengembangan sektor-sektor produktif. Selain itu, penggunaan kiriman uang perlu diarahkan ke aktivitas-aktivitas produktif seperti pengembangan bisnis dan investasi rumah tangga, sehingga tidak hanya digunakan untuk konsumsi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan mempertimbangkan waktu lag dalam variabel PMA dan PMDN karena dampak investasi umumnya tidak langsung terasa dalam periode yang sama, serta menambahkan variabel lain seperti pengeluaran pemerintah, pendidikan, infrastruktur, dan tingkat pengangguran untuk menghasilkan hasil penelitian yang lebih komprehensif.

Read online
File size778.4 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test