RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM

International Journal of Quantitative Research and ModelingInternational Journal of Quantitative Research and Modeling

Penelitian ini menyelidiki dan membandingkan kinerja portofolio saham bank Islam dan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan model optimasi Mean-Variance Markowitz. Empat emiten dipilih: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk (BRIS), dan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BPAA), yang masing-masing mewakili dua saham bank konvensional dan dua saham bank Islam. Data harga penutupan harian yang mencakup periode Januari 2021 hingga Desember 2023 (756 hari perdagangan) digunakan untuk menghitung return yang diharapkan, varians, kovarians, dan koefisien korelasi. Dua portofolio optimal dibangun untuk setiap kategori: Portofolio Minimum-Varians (MVP) dan Portofolio Maximum-Sharpe (MSP). Evaluasi kinerja dilakukan melalui berbagai metrik, termasuk Rasio Sharpe, Rasio Treynor, Alpha Jensen, dan Rasio Sortino. Hasil menunjukkan bahwa portofolio bank Islam secara konsisten outperform portofolio bank konvensional berdasarkan pengukuran risiko yang disesuaikan. Portofolio Maximum-Sharpe Islam mencapai Rasio Sharpe sebesar 1,765 dibandingkan dengan 1,342 untuk rekanannya yang konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa saham bank Islam, dengan leverage yang lebih rendah secara alami dan larangan terhadap instrumen spekulatif, memiliki karakteristik risiko-return yang lebih menguntungkan, memberikan wawasan yang dapat diterapkan bagi investor yang mencari alternatif investasi yang sesuai dengan Syariah.

Penelitian ini menerapkan model Mean-Variance Markowitz untuk membandingkan kinerja portofolio saham bank Islam dan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2023.Pertama, saham bank Islam (BRIS dan BPAA) menunjukkan profil risiko-return individu yang lebih unggul dibandingkan saham bank konvensional (BBRI dan BMRI), dengan return yang diharapkan lebih tinggi dan standar deviasi yang lebih rendah.Kedua, korelasi lintas kategori antara saham Islam dan konvensional secara signifikan lebih rendah daripada korelasi dalam kategori, yang mengimplikasikan keuntungan diversifikasi dari mencampur kedua jenis saham.Ketiga, portofolio optimal yang dibangun menggunakan kedua tujuan Minimum-Varians dan Maximum-Sharpe memberikan bobot yang lebih tinggi secara dominan kepada saham bank Islam.Keempat, portofolio bank Islam outperform portofolio bank konvensional dalam semua metrik kinerja yang disesuaikan risiko yang diteliti.Rasio Sharpe, Rasio Treynor, Alpha Jensen, dan Rasio Sortino.Temuan-temuan ini memiliki implikasi praktis bagi investor ritel dan institusional yang beroperasi di Indonesia.Kinerja portofolio bank Islam yang lebih baik secara risiko-disesuaikan menunjukkan bahwa pembatasan yang sesuai dengan Syariah tidak menimbulkan penalti kinerja dan bahkan dapat berfungsi sebagai mekanisme manajemen risiko.Bagi pembuat kebijakan dan regulator, hasil penelitian ini menekankan pentingnya sistemik yang semakin meningkat dari saham ekuitas bank Islam sebagai kelas aset yang berbeda dan berharga dalam pasar modal Indonesia.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas analisis ke spektrum yang lebih luas dari saham bank Islam dan konvensional, mempertimbangkan biaya transaksi dan batasan likuiditas, serta menerapkan teknik optimasi portofolio yang kuat seperti Black-Litterman atau minimisasi Conditional Value-at-Risk (CVaR). Perbandingan lintas negara dalam wilayah ASEAN juga akan memperkaya literatur.

Read online
File size761.09 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test