SCITECHGRUPSCITECHGRUP

Jurnal Riset Sains dan Kesehatan IndonesiaJurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia

Antibiotik berperan penting dalam pengobatan demam tifoid. Antibiotik sefalosporin generasi ketiga merupakan alternatif dari antibiotik lini pertama yang efektif digunakan dalam tatalaksana demam tifoid dengan respon klinis antibiotik berbeda-beda. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga pada pasien demam tifoid. Metode yang digunakan adalah penelusuran litelatur dari database jurnal, meliputi PubMed dan Google Scholar menggunakan metode Boolean operator, dengan kata kunci (“Tyohoid fever OR “Salmonella Typhi) AND (“third-generation cephalosporins OR “ceftriaxone OR “cefixime OR “cefotaxime) AND (“clinical effectiveness OR “clinical outcome OR “defervescence OR “ treatment outcome). Berdasarkan proses seleksi, terdapat 9 artikel yang memenuhi kriteria dan ditelaah dalam review ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa antibiotik ceftriaxone merupakan antibiotik yang paling efektif dalam menurunkan demam dan lama rawat dibanding cefotaksim dan cefixime. Perbedaan respon klinis dipengaruhi oleh rute pemberian dan sifat farmakokinetik masing-masing obat. Kajian ini menunjukkan adanya perbedaan efektivitas antara ketiga antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga, dimana antibiotik ceftriaxone yang paling efektif.

Berdasarkan hasil dari tinjauan literatur dapat disimpulkan bahwa antibiotik ceftriaxone merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yang efektif pada pasien demam tifoid, terutama dalam menurunkan demam dan lama rawat inap dibanding cefotaxime dan cefixime.

Penelitian lanjutan dapat diarahkan untuk melakukan surveilans multicenter mengenai penyebaran resistensi ceftriaxone pada populasi demam tifoid di daerah dengan beban penyakit tinggi, sehingga dapat menggambarkan pola resistensi geografis dan faktor risiko terkait. Selanjutnya, diperlukan uji klinis terkontrol secara randomised yang membandingkan efektivitas klinis dan cost-effectiveness antara pemberian oral cefixime versus intravena ceftriaxone pada pasien anak demam tifoid, guna menentukan regimen terapi yang paling aman, efisien, dan ekonomis dalam konteks fasilitas kesehatan terbatas. Terakhir, studi farmakokinetik‑farmakodinamik yang mendalam pada berbagai kelompok umur, termasuk neonatus, anak, dan dewasa, diperlukan untuk mengoptimalkan dosis dan interval pemberian sefalosporin generasi ketiga, sehingga meningkatkan konsentrasi obat di atas ambang minimal penghambatan (MIC) tanpa menimbulkan efek samping yang signifikan.

  1. Literatur Review: Perbandingan Efektivitas Antibiotik Golongan Sefalosporin Generasi ketiga pada Pasien... journal.scitechgrup.com/index.php/jrski/article/view/749Literatur Review Perbandingan Efektivitas Antibiotik Golongan Sefalosporin Generasi ketiga pada Pasien journal scitechgrup index php jrski article view 749
Read online
File size306.43 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test