RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM

International Journal of Research in Community ServicesInternational Journal of Research in Community Services

Membangun kemandirian ekonomi komunitas menjadi prioritas strategis untuk mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di wilayah berkembang yang masih menghadapi ketidaksetaraan dalam akses sumber daya ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan pelatihan pembangunan kapasitas dengan pengembangan mikro, kecil, dan menengah usaha (UMKM) sebagai penggerak utama pemberdayaan ekonomi komunitas. Pendekatan kualitatif yang mengandalkan tinjauan literatur sistematis dan sintesis konseptual digunakan untuk mengidentifikasi variabel utama serta hubungan yang memengaruhi kemandirian ekonomi. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan pembangunan kapasitas berperan fundamental dalam meningkatkan kapasitas kewirausahaan, meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan efikasi diri, yang selanjutnya berkontribusi pada pengembangan UMKM yang tercermin dalam peningkatan produktivitas, inovasi, pertumbuhan bisnis, dan kinerja keuangan. Hubungan antara pembangunan kapasitas dan pengembangan UMKM diperkuat oleh faktor mediasi seperti modal sosial, mentoring, dan dukungan institusional, sementara faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, akses pembiayaan, dan digitalisasi memengaruhi efektivitas hubungan tersebut. Studi ini menyimpulkan bahwa kemandirian ekonomi komunitas dapat dicapai melalui proses yang komprehensif dan terintegrasi antara pengembangan kapasitas internal dan dukungan ekosistem eksternal, serta kerangka konseptual yang diusulkan memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi perancangan program pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan.

Penelitian ini berhasil merumuskan kerangka konseptual yang mengintegrasikan pelatihan pembangunan kapasitas dengan pengembangan UMKM sebagai mekanisme utama untuk meningkatkan kemandirian ekonomi komunitas.Hasil menunjukkan bahwa pelatihan pembangunan kapasitas meningkatkan kapasitas kewirausahaan dan, melalui faktor mediasi seperti modal sosial, mentoring, dan dukungan institusional, memperkuat perkembangan UMKM, sementara faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, akses pembiayaan, dan digitalisasi memoderasi efektivitasnya.Dengan demikian, kemandirian ekonomi komunitas dapat dicapai melalui proses multidimensi yang menggabungkan peningkatan kapasitas internal dan dukungan ekosistem eksternal, memberikan kontribusi teoritis serta implikasi praktis untuk merancang program pemberdayaan berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat menguji kerangka konseptual ini secara empiris di berbagai komunitas dengan membandingkan hasil implementasi pelatihan pembangunan kapasitas terhadap peningkatan kemandirian ekonomi, sehingga dapat menilai keefektifan model dalam konteks nyata. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi peran digitalisasi sebagai faktor moderasi dalam pelatihan pembangunan kapasitas, misalnya dengan meneliti bagaimana platform digital meningkatkan akses informasi, jaringan, dan efisiensi operasional UMKM di daerah terpencil. Akhirnya, penelitian komparatif tentang model mentoring yang berbeda—misalnya mentoring berbasis universitas versus mentoring komunitas lokal—dapat mengidentifikasi pendekatan paling efektif dalam memperkuat transfer pengetahuan dan dukungan institusional bagi pengembangan UMKM, memberikan panduan kebijakan bagi program pemberdayaan yang berkelanjutan.

  1. SOCIAL CAPITAL, WOMEN'S ENTREPRENEURSHIP, AND SUSTAINABILITY OF MSMES IN INDONESIA: BIBLIOMETRIC... journal.unesa.ac.id/index.php/JOFC/article/view/49407SOCIAL CAPITAL WOMENS ENTREPRENEURSHIP AND SUSTAINABILITY OF MSMES IN INDONESIA BIBLIOMETRIC journal unesa ac index php JOFC article view 49407
Read online
File size353.1 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test