LIFESCIFILIFESCIFI

Arthatama: Journal of Business Management and AccountingArthatama: Journal of Business Management and Accounting

Penelitian ini menyajikan tinjauan sistematis tentang pendahulu dan akibat dari Integrasi Kerja-Kehidupan (WLI) di era fleksibilitas tempat kerja dan digitalisasi. WLI adalah konsep yang menggambarkan bagaimana individu menyelaraskan pekerjaan dan kehidupan pribadi tanpa batas yang kaku. Dengan menggunakan kerangka PRISMA, total 27 artikel ditinjau setelah melalui tahap penyaringan dan penilaian kelayakan. Analisis tematik mengungkapkan empat kategori pendahulu WLI: (1) faktor organisasi seperti fleksibilitas jadwal, mentoring, dan program cuti; (2) faktor demografi sosial termasuk perbedaan generasi dan struktur keluarga; (3) faktor individu seperti ketahanan dan refleksi emosional; dan (4) faktor teknologi digital, yang memainkan peran penting dalam mendukung implementasi WLI dengan memungkinkan fleksibilitas kerja yang lebih besar dan memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi tanpa memandang waktu dan lokasi. Akibat positif WLI termasuk peningkatan kesejahteraan psikologis, kepuasan kerja dan keterlibatan, produktivitas, loyalitas, serta kemajuan karier dan kesetaraan. Sebaliknya, tanpa implementasi yang tepat dan kebijakan manajemen yang mendukung, WLI dapat menimbulkan beberapa tantangan dalam praktik, seperti technostress, konflik peran, dan isolasi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa WLI adalah pendekatan baru dalam menanggapi perubahan di tempat kerja modern, dengan efektivitasnya dipengaruhi oleh sinergi antara kebijakan organisasi, kemampuan individu, dan manajemen teknologi digital.

Peninjauan sistematis terhadap 27 artikel menunjukkan bahwa kesuksesan Integrasi Kerja-Kehidupan (WLI) sangat dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara faktor organisasi, kesiapan individu, kondisi demografi sosial, dan kemajuan teknologi.Fleksibilitas kerja, dukungan supervisor, dan kebijakan cuti menjadi pilar utama organisasi yang mendukung WLI.Namun, fleksibilitas tanpa bimbingan strategis dan ekspektasi yang jelas dapat menyebabkan ambiguitas peran atau pseudo-kebebasan, yang akhirnya berujung pada beban kerja berlebih dan kelelahan emosional.Pada tingkat individu, ketahanan, regulasi emosional, dan kapasitas refleksi diri menjadi prasyarat penting untuk memanfaatkan fleksibilitas kerja secara sehat.Tanpa kesiapan psikologis, individu cenderung lebih rentan terhadap kelelahan emosional dan konflik peran, terutama di lingkungan kerja yang menuntut responsivitas tinggi.Faktor demografi sosial seperti gender, usia, dan struktur keluarga juga menekankan variasi yang signifikan dalam pengalaman WLI.Wanita, orang tua tunggal, dan mereka yang memiliki beban peran domestik yang signifikan umumnya menghadapi tantangan yang lebih kompleks dalam integrasi peran.Peran teknologi digital, meskipun menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas, juga menimbulkan tantangan baru dalam bentuk budaya selalu aktif dan ekspektasi ketersediaan konstan.Fenomena ini menempatkan tekanan unik pada karyawan untuk tetap responsif terhadap tuntutan pekerjaan di luar jam kerja formal.Tanpa manajemen yang tepat, kondisi ini dapat memperburuk kelelahan emosional dan mengganggu pemulihan psikologis, yang esensial untuk kesejahteraan jangka panjang, serta melemahkan kapasitas regeneratif individu dan keberlanjutan tenaga kerja.Temuan ini memperkuat pandangan bahwa WLI bukan hanya strategi produktivitas, tetapi elemen kritis dalam ekosistem kerja yang berkelanjutan.Organisasi perlu mempertimbangkan kembali desain kerja, menyediakan ruang untuk pengembangan kapasitas pribadi, dan menciptakan sistem teknologi yang tidak hanya efisien tetapi juga manusiawi.Selain itu, strategi dan kebijakan WLI harus disesuaikan dengan karakteristik sektor-spesifik dan kebutuhan beragam karyawan untuk memastikan integrasi kerja-kehidupan yang efektif dan berkelanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak WLI pada kapasitas kognitif, sosial, dan fisik individu, yang saat ini masih kurang dieksplorasi. Kedua, penting untuk memperluas cakupan penelitian WLI ke negara-negara berkembang dan sektor informal seperti ekonomi gig, yang saat ini masih kurang terwakili dalam literatur. Ketiga, peran teknologi digital dalam mengaburkan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi juga perlu lebih diteliti, terutama mengenai strategi adaptasi yang efektif di berbagai konteks budaya dan organisasi. Dengan demikian, penelitian masa depan harus memperluas cakupan dan metodologinya untuk mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif dan terapan tentang WLI.

Read online
File size309.71 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test