LIFESCIFILIFESCIFI

Arthatama: Journal of Business Management and AccountingArthatama: Journal of Business Management and Accounting

Transit-Oriented Development (TOD) merupakan contoh konkret penerapan pendekatan perencanaan spasial terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Penelitian ini mengeksplorasi korelasi antara TOD dan prinsip ESG dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya pada konteks kota berkembang yang mengalami urbanisasi cepat. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian menelaah sejumlah publikasi ilmiah untuk menilai potensi serta tantangan TOD yang selaras dengan kriteria ESG. Temuan menunjukkan bahwa TOD berbasis ESG dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, mengurangi degradasi lingkungan, mendukung inklusi sosial, dan mendorong produktivitas ekonomi. Namun, implementasi praktis sering menghadapi kendala seperti kebutuhan investasi tinggi, berkurangnya ruang hijau perkotaan, dan koordinasi lintas sektor yang terbatas. Sebagai respons, studi ini mengusulkan kerangka Economic Environmental, Social, and Governance (EESG) untuk mengatasi kurangnya dimensi ekonomi dalam penilaian ESG saat ini. Dengan mengintegrasikan faktor ekonomi bersama pertimbangan lingkungan, sosial, dan tata kelola, TOD berorientasi EESG menawarkan strategi perencanaan komprehensif untuk mempercepat pengembangan perkotaan berkelanjutan di negara berkembang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan TOD yang terintegrasi dengan prinsip ESG memberikan manfaat signifikan, termasuk mitigasi perubahan iklim, penciptaan lingkungan perkotaan inklusif, peningkatan nilai tanah, dan pertumbuhan ekonomi regional.Namun, implementasinya dihadapkan pada tantangan kompleksitas tata kelola multi‑pemangku kepentingan, rendahnya adaptasi perilaku publik terhadap transportasi aktif, serta kebutuhan investasi jangka panjang yang mengurangi daya tarik investor.Sebagai solusi, studi ini memperkenalkan kerangka EESG yang menambahkan dimensi ekonomi ke dalam ESG, serta merekomendasikan kebijakan inovatif untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, perlindungan sosial, dan tata kelola yang efektif dalam pengembangan TOD.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana instrumen kebijakan, seperti insentif pajak, model kemitraan publik‑swasta, dan kerangka regulasi, dapat meningkatkan investasi swasta dalam proyek TOD berorientasi EESG di Indonesia, dengan fokus pada efektivitas masing‑masing mekanisme dalam menarik dana dan mempercepat implementasi. Selanjutnya, penting untuk mengkaji peran partisipasi komunitas serta strategi perubahan perilaku dalam meningkatkan adopsi transportasi aktif di zona TOD, menggunakan pendekatan metode campuran untuk mengidentifikasi program edukasi dan kampanye yang paling efektif dalam mengubah kebiasaan mobil pribadi menjadi pilihan transportasi publik. Terakhir, analisis dampak integrasi infrastruktur energi terbarukan dan standar bangunan hijau ke dalam proyek TOD dapat menilai kontribusinya terhadap efisiensi penggunaan lahan dan pengurangan emisi karbon, dengan melakukan studi kasus perbandingan antar kota berkembang yang menerapkan praktik tersebut, sehingga memberikan rekomendasi praktis bagi perencanaan perkotaan berkelanjutan.

Read online
File size323.15 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test