ISEIISEI

One moment, please...One moment, please...

Studi ini membandingkan emisi karbon di panel negara-negara berpenghasilan tinggi (HICs) dan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs). Menggunakan hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC) sebagai kerangka teoritis, penelitian ini mengamati kurva untuk setiap panel pendapatan menggunakan regresi panel efek acak, dengan mengendalikan efek skala, komposisi, teknologi, dan outsourcing polusi. Dengan dataset yang mencakup 30 tahun dari 1990 hingga 2019 dan panel 18 HICs dan 20 LMICs, hasil regresi memvalidasi adanya hubungan seperti EKC antara emisi dan pendapatan per kapita untuk kedua panel. Temuan kunci menunjukkan bahwa LMICs berada di jalur pertumbuhan yang memancarkan emisi lebih sedikit daripada HICs pada tingkat pendapatan yang sama karena akses ke teknologi yang kurang intensif emisi. Hal ini menunjukkan bahwa, bertentangan dengan pemahaman teoritis sebelumnya, efek yang diamati dalam EKC terjadi secara bersamaan daripada secara berurutan dan dapat dimanfaatkan untuk mendominasi di setiap titik kurva. Secara praktis, LMICs didorong untuk menolak etos tumbuh sekarang, bersih kemudian dan instead, mengadopsi metode produksi yang lebih bersih melalui inisiatif efisiensi energi, transfer teknologi, dan lompatan teknologi untuk mengelola pertumbuhan ekonomi tanpa pertumbuhan yang sesuai dalam emisi.

Studi ini memberikan bukti adanya kurva EKC untuk HICs dan LMICs menggunakan data dari tahun 1990 hingga 2019.Penelitian ini menggunakan regresi efek acak yang kuat untuk memeriksa emisi karbon relatif terhadap perkembangan ekonomi di 38 negara, mengonfirmasi kurva berbentuk U terbalik yang mendukung hipotesis EKC.Untuk HICs, titik balik berada pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi daripada LMICs.Ini menunjukkan bahwa HICs mulai mengurangi emisi hanya setelah pertumbuhan ekonomi yang signifikan karena investasi dalam teknologi yang lebih bersih dan peraturan lingkungan yang ketat.Sebaliknya, LMICs memiliki titik balik yang lebih rendah, menunjukkan bahwa negara-negara ini akan mulai mengurangi emisi pada tingkat pendapatan per kapita yang lebih rendah.Penelitian ini implikasi bahwa LMICs dapat menyimpang dari pendekatan tumbuh sekarang, bersih kemudian dan memprioritaskan pertumbuhan bersih melalui efisiensi energi dan energi terbarukan.Temuan ini merupakan berita positif bagi LMICs, menunjukkan ada jalur di mana pembuat kebijakan dapat mengejar tujuan ekonomi tanpa mengorbankan integritas lingkungan.Studi ini merekomendasikan agar pemerintah mengejar kebijakan yang meminimalkan efek skala menggunakan teknologi efisiensi energi dan memaksimalkan efek teknologi melalui transfer teknologi dan lompatan teknologi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis spasial dengan melakukan analisis disagregasi spasial pada tingkat sub-nasional (misalnya provinsi atau kota) untuk menangkap variasi lokal dalam EKC. Hal ini dapat mengungkapkan bagaimana kebijakan pemerintah lokal, aktivitas ekonomi, dan kondisi lingkungan mempengaruhi EKC pada skala spasial yang lebih halus. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas transfer teknologi dan lompatan teknologi dalam mengurangi emisi di LMICs. Studi ini juga dapat menyelidiki peran lembaga sosial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan rendah karbon di LMICs.

  1. The VIIRS Cloud Mask: Progress in the first year of S‐NPP toward a common cloud detection scheme... agupubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/2013JD020458The VIIRS Cloud Mask Progress in the first year of SyAAAaNPP toward a common cloud detection scheme agupubs onlinelibrary wiley doi 10 1002 2013JD020458
  2. A global panel analysis comparing carbon emissions across levels of economic development | Jurnal Ekonomi... doi.org/10.52813/jei.v14i1.562A global panel analysis comparing carbon emissions across levels of economic development Jurnal Ekonomi doi 10 52813 jei v14i1 562
Read online
File size652.55 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test