POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceLatar belakang: Demam tifoid adalah infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi dengan prevalensi penyakit ini di Indonesia mencapai 1,6%. Pengobatan yang umum digunakan untuk demam tifoid adalah antibiotik kloramfenikol, tetapi menyebabkan anemia aplastik dan menghambat pembentukan sel darah. Diperlukan pengobatan alternatif dengan menggunakan bahan alami seperti kulit jeruk bali dan daun stevia. Jeruk bali dikenal mengandung bahan aktif seperti alkaloid, tanin, dan vitamin C. Senyawa aktif paling banyak terdapat pada kulitnya, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Daun stevia merupakan pemanis alami yang tidak meningkatkan kadar gula darah dan tidak meningkatkan virulensi bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas teh Jelita (Jeruk Bali dan Stevia) sebagai anti-tifoid. Metode: Penelitian eksperimental dilakukan dengan metode in vivo menggunakan desain posttest-only control group yang terdiri atas 3 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol. Hasil: Uji in vitro menunjukkan nilai signifikansi 0,037 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara zona hambat yang dihasilkan oleh larutan uji dan kontrol negatif. Uji in vivo menunjukkan penurunan titer antibodi widal terhadap antigen O dan H Salmonella typhi, ditunjukkan oleh titer antibodi 1/640 pada kelompok kontrol dan 1/80 pada kelompok perlakuan. Simpulan: Teh Jelita memiliki potensi sebagai anti-demam tifoid.
Teh Jelita terbukti memiliki kemampuan sebagai anti-demam tifoid berdasarkan hasil uji in vitro yang menunjukkan terbentuknya zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.Kemampuan ini juga dibuktikan melalui uji in vivo dengan parameter penurunan titer antibodi terhadap Salmonella typhi.Mencit yang diberi perlakuan konsumsi teh Jelita memiliki titer antibodi lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, menunjukkan penurunan risiko infeksi bakteri.
Pertama, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efek jangka panjang konsumsi teh Jelita terhadap sistem imun manusia, terutama pada individu yang berisiko tinggi terkena demam tifoid, agar diketahui keamanan dan efektivitasnya dalam penggunaan rutin. Kedua, sebaiknya dilakukan studi komparasi antara konsentrasi dan komposisi berbagai formulasi teh Jelita untuk menemukan rasio optimal antara kulit jeruk bali dan daun stevia yang memberikan daya hambat bakteri paling kuat sekaligus diterima secara organoleptik oleh masyarakat luas. Ketiga, penting untuk menguji efektivitas teh Jelita terhadap strain Salmonella typhi yang resisten terhadap antibiotik, guna menilai potensinya sebagai alternatif terapi pada kasus infeksi yang sulit diatasi dengan antibiotik konvensional. Penelitian-penelitian ini akan membantu memperkuat dasar ilmiah produk herbal ini sebelum diterapkan secara luas di masyarakat.
| File size | 475.37 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPUMP There is a statistically significant difference in menstrual hygiene knowledge among fifth-and sixth-grade female students before and after receiving healthThere is a statistically significant difference in menstrual hygiene knowledge among fifth-and sixth-grade female students before and after receiving health
UMPUMP Uji normalitas data analisis data dengan uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data terdistribusi normal (p>0. 05). Uji Model Linier Umum memperoleh nilaiUji normalitas data analisis data dengan uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data terdistribusi normal (p>0. 05). Uji Model Linier Umum memperoleh nilai
INASNACCINASNACC For 3 days, there were 4 groups of male Wistar strain rats (Rattus norvegicus) subjects, consisting of three treatment groups (pegagan extract doses ofFor 3 days, there were 4 groups of male Wistar strain rats (Rattus norvegicus) subjects, consisting of three treatment groups (pegagan extract doses of
UPI YAIUPI YAI Setelah penerapan terapi realita kelompok dengan teknik WDEP, terjadi penurunan skor kecemasan menjadi rata-rata 20,6 (kategori sedang) dengan penurunanSetelah penerapan terapi realita kelompok dengan teknik WDEP, terjadi penurunan skor kecemasan menjadi rata-rata 20,6 (kategori sedang) dengan penurunan
AFEKSIAFEKSI Temuan tersebut memperkuat bahwa strategi Problem Solving secara nyata mendorong keterlibatan siswa, memperdalam pemahaman materi, serta mengasah kemampuanTemuan tersebut memperkuat bahwa strategi Problem Solving secara nyata mendorong keterlibatan siswa, memperdalam pemahaman materi, serta mengasah kemampuan
MAHADEWAMAHADEWA 0 for Windows. Dari hasil uji analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kecemasan matematis0 for Windows. Dari hasil uji analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kecemasan matematis
MAHADEWAMAHADEWA Metode pengumpulan data diambil observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian ini adalah rata-rata nilaiMetode pengumpulan data diambil observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian ini adalah rata-rata nilai
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitianPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hampir seluruh kader kesehatan di wilayah Puskesmas Denpasar Utara 1 memiliki pengetahuan yang baik tentang program perencanaan persalinan dan pencegahanHampir seluruh kader kesehatan di wilayah Puskesmas Denpasar Utara 1 memiliki pengetahuan yang baik tentang program perencanaan persalinan dan pencegahan
UIBUIB Kesimpulan: Mayoritas ibu tidak bekerja, dan tidak ada hubungan signifikan antara status pekerjaan ibu dengan status gizi anak usia 24–59 bulan. SebagianKesimpulan: Mayoritas ibu tidak bekerja, dan tidak ada hubungan signifikan antara status pekerjaan ibu dengan status gizi anak usia 24–59 bulan. Sebagian
UIBUIB Metode: Penelitian deskriptif cross‑sectional dilakukan pada 14 mahasiswa semester pertama Program Gizi, Fakultas Kesehatan dan Ilmu, Universitas InternasionalMetode: Penelitian deskriptif cross‑sectional dilakukan pada 14 mahasiswa semester pertama Program Gizi, Fakultas Kesehatan dan Ilmu, Universitas Internasional
AFEKSIAFEKSI Indikator keberhasilan yang digunakan dilihat dari persentase keterampilan kolaborasi dari tiap aspek (menyesuaikan diri, fleksibilitas dan kompromi, tanggungIndikator keberhasilan yang digunakan dilihat dari persentase keterampilan kolaborasi dari tiap aspek (menyesuaikan diri, fleksibilitas dan kompromi, tanggung