LIFESCIFILIFESCIFI

Arthatama: Journal of Business Management and AccountingArthatama: Journal of Business Management and Accounting

Integrasi Sistem Informasi Akuntansi (AIS) telah menjadi keharusan bagi perusahaan modern yang ingin meningkatkan efisiensi operasional, manajemen risiko, dan transparansi keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus untuk menelaah dampak penerapan AIS terhadap keberlanjutan bisnis. Metode pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumen, dengan teknik analisis konten untuk interpretasi data. Temuan menunjukkan bahwa pemanfaatan AIS secara optimal dapat menyederhanakan proses akuntansi, meminimalkan kesalahan, dan meningkatkan akurasi pelaporan keuangan. Selain itu, AIS berperan penting dalam mitigasi risiko keuangan dan operasional melalui analisis data real‑time serta penguatan kontrol internal. Studi ini menekankan pentingnya penyesuaian AIS dengan strategi bisnis serta investasi pada pelatihan tenaga kerja untuk memaksimalkan manfaatnya. Insight ini memperkaya literatur dengan bukti empiris mengenai peran AIS dalam praktik bisnis berkelanjutan dan mengusulkan arah penelitian selanjutnya terkait efektivitas jangka panjangnya di berbagai industri.

Penelitian ini menunjukkan bukti empiris bahwa AIS berperan penting dalam meningkatkan keberlanjutan bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, manajemen risiko, dan transparansi keuangan.Hasilnya mengindikasikan bahwa penerapan AIS memperpendek durasi proses akuntansi, meningkatkan akurasi pelaporan, serta memperkuat kontrol internal, sehingga organisasi dapat mengidentifikasi dan mengurangi risiko secara proaktif dengan analisis data real‑time.Oleh karena itu, adaptasi berkelanjutan AIS sesuai kebutuhan regulasi serta investasi pada pelatihan sumber daya manusia diperlukan, dan penelitian selanjutnya perlu meneliti dampak jangka panjang AIS, perbandingan model AIS, serta pengaruh teknologi emergen seperti AI dan blockchain terhadap keberlanjutan perusahaan.

Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, dilakukan studi longitudinal dengan sampel perusahaan yang lebih luas untuk mengevaluasi dampak jangka panjang implementasi AIS terhadap kinerja keuangan dan keberlanjutan bisnis, sehingga dapat mengatasi keterbatasan generalisasi pada penelitian sebelumnya. Kedua, perbandingan komparatif antara berbagai tipe AIS, seperti sistem berbasis cloud, berbasis AI, dan berbasis blockchain, dapat dilakukan untuk menilai keunggulan fungsional masing‑masing dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kontrol internal. Ketiga, eksplorasi penerapan AIS pada sektor non‑manufaktur, misalnya layanan kesehatan, pendidikan, atau pemerintahan, dapat mengungkap tantangan dan manfaat khusus konteks yang belum banyak diteliti. Penelitian-penelitian ini sebaiknya menggabungkan metodologi campuran, yaitu wawancara mendalam, survei kuantitatif, serta analisis data sekunder, untuk memperkuat validitas temuan. Selain itu, penggunaan teknik analisis jaringan atau model persamaan struktural dapat membantu mengidentifikasi hubungan kausal antara AIS, inovasi teknologi, dan performa organisasi. Dengan memperluas cakupan waktu, tipe sistem, dan konteks industri, hasil penelitian diharapkan memberikan panduan strategis yang lebih robust bagi manajer dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan AIS untuk keberlanjutan jangka panjang.

Read online
File size165.73 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test