LIFESCIFILIFESCIFI

Arthatama: Journal of Business Management and AccountingArthatama: Journal of Business Management and Accounting

Pertumbuhan pesat kendaraan listrik (EV) di Indonesia menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat beli konsumen terhadap EV, dengan menitikberatkan pada persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kegunaan teknologi, dan kesadaran lingkungan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang mencakup dua variabel utama—Perceived Ease of Use (PEU) dan Perceived Usefulness (PU)—serta memperluas model dengan menambahkan variabel Environmental Awareness (EA). Dengan pendekatan tersebut, penelitian berupaya mengungkap bagaimana kombinasi persepsi teknologi dan kesadaran lingkungan memengaruhi minat terhadap kendaraan listrik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi praktis bagi pelaku industri dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pemasaran serta kebijakan yang mendukung percepatan adopsi EV di Indonesia sebagai langkah menuju keberlanjutan lingkungan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi konsumen dan faktor motivasi dalam pembelian kendaraan listrik di Indonesia dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi, kesadaran lingkungan, pengalaman mengemudi, persepsi risiko, dan pengaruh sosial.Meskipun insentif fiskal dan kesadaran lingkungan menjadi pendorong utama, hambatan teknis serta persepsi risiko masih harus diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah, produsen, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas infrastruktur, meningkatkan edukasi konsumen, dan merumuskan kebijakan yang mendukung.Strategi yang menekankan manfaat praktis dan ekologi kendaraan listrik serta peningkatan kesadaran lingkungan dapat meningkatkan Perceived Usefulness, sehingga mempercepat adopsi kendaraan listrik secara optimal.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana distribusi infrastruktur pengisian kendaraan listrik di daerah pedesaan memengaruhi tingkat adopsi EV, dengan fokus pada faktor “range anxiety dan aksesibilitas. Selain itu, studi komparatif antara skema subsidi harga dan insentif pajak dapat mengevaluasi dampaknya terhadap persepsi kegunaan (Perceived Usefulness) dan keputusan pembelian konsumen. Penelitian selanjutnya juga dapat mengkaji peran persepsi risiko terkait keamanan baterai dan umur pakai kendaraan listrik, serta strategi mitigasi yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Untuk memperdalam pemahaman tentang pengaruh sosial, dapat dilakukan analisis jaringan media sosial dalam membentuk norma subjektif dan motivasi pembelian EV di kalangan generasi milenial. Metode campuran antara survei kuantitatif dan wawancara mendalam dapat memberikan gambaran holistik mengenai faktor-faktor tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terintegrasi, termasuk penempatan stasiun pengisian yang merata, skema subsidi yang tepat sasaran, dan program edukasi publik yang berkelanjutan. Dengan demikian, tiga arah penelitian utama—infrastruktur pedesaan, efek insentif fiskal, dan persepsi risiko serta norma sosial—dapat memperluas pengetahuan dan mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Read online
File size207.27 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test