RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM
International Journal of Quantitative Research and ModelingInternational Journal of Quantitative Research and ModelingKebersihan tangan merupakan aspek esensial dalam mencegah infeksi terkait layanan kesehatan (HAIs). Namun, penggunaan berulang pembersih tangan berbasis alkohol dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, dermatitis, dan bahkan reaksi alergi, mendorong permintaan akan bahan aktif alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi aktivitas antibakteri pembersih tangan semprot yang mengandung minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif–kualitatif dengan desain eksperimen laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasi HS-CO bersifat homogen, menunjukkan transisi warna dari bening menjadi putih susu seiring peningkatan konsentrasi, memiliki bau daun yang khas, menunjukkan daya sebar yang baik, dan mempertahankan nilai pH dalam rentang fisiologis kulit manusia. Uji aktivitas antibakteri minyak serai wangi menunjukkan zona inhibisi berkisar dari 8,93±2,09 mm hingga 17,02±4,13 mm terhadap Staphylococcus aureus dan dari 9,28±1,44 mm hingga 18,19±4,06 mm terhadap Escherichia coli. Semua formulasi (P1, P2, P3, dan P4) menunjukkan efikasi antibakteri yang luar biasa, mencapai nilai reduksi log 8,18 hanya dalam waktu kontak 30 detik. Nilai ini setara dengan 100% reduksi bakteri, menunjukkan efektivitas antibakteri yang lebih baik daripada alkohol 70%.
Formulasi pembersih tangan semprot berbasis minyak atsiri serai wangi (HS-CO) menunjukkan karakteristik fisikokimia yang sangat baik, termasuk konsistensi cair yang homogen, daya sebar optimal, dan nilai pH yang aman untuk kulit, dengan transisi visual dari bening ke putih susu seiring peningkatan konsentrasi minyak.Peningkatan konsentrasi minyak atsiri serai wangi secara signifikan meningkatkan diameter zona inhibisi terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Lebih lanjut, semua formulasi HS-CO (P1-P4) menunjukkan efikasi bakterisida superior dibandingkan alkohol 70%, mencapai reduksi log 8,18 atau 100% kematian bakteri hanya dalam 30 detik kontak.
Penelitian ini telah berhasil memformulasikan pembersih tangan semprot berbasis minyak atsiri serai wangi yang efektif dan aman bagi kulit, namun masih terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan proses budidaya dan ekstraksi minyak serai wangi. Mengingat hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor seperti ketinggian tempat tanam, intensitas cahaya, dan umur panen memengaruhi rendemen minyak, studi di masa depan dapat mengeksplorasi kombinasi kondisi budidaya yang berbeda, termasuk penggunaan hidrosol sebagai pupuk, untuk secara signifikan meningkatkan kuantitas hasil minyak atsiri tanpa mengorbankan kualitas kimianya. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan dan efisien secara ekonomi. Kedua, meskipun formulasi HS-CO telah terbukti aman secara dermatologis berdasarkan parameter pH dan daya sebar, uji keamanan kulit jangka panjang dan in-vivo lebih lanjut sangat diperlukan. Penelitian berikutnya sebaiknya melibatkan uji tempel (patch test) pada panel sukarelawan dengan jenis kulit yang beragam, termasuk kulit sensitif, untuk mengonfirmasi profil hipoalergenik dan ketiadaan iritasi atau sensitisasi setelah penggunaan berulang dalam jangka waktu yang lebih panjang. Ini akan memperkuat klaim keamanan produk untuk penggunaan sehari-hari. Terakhir, untuk memperluas potensi aplikasi produk ini, cakupan aktivitas antimikroba perlu diperluas melampaui Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian di masa depan dapat menguji efektivitas formulasi HS-CO terhadap spektrum patogen yang lebih luas yang relevan dengan infeksi terkait layanan kesehatan (HAIs), seperti bakteri resisten antibiotik (misalnya MRSA), jamur (misalnya Candida albicans), dan virus umum. Pemahaman yang lebih mendalam tentang kemampuan spektrum luas ini akan memposisikan pembersih tangan berbasis serai wangi sebagai alternatif yang lebih komprehensif di berbagai lingkungan.
- The prevalence of hospital-acquired infections in Southeast Asia (1990-2022) | The Journal of Infection... doi.org/10.3855/JIDC.17135The prevalence of hospital acquired infections in Southeast Asia 1990 2022 The Journal of Infection doi 10 3855 JIDC 17135
- 0. rg lf r83m doi.org/10.14719/pst.125990 rg lf r83m doi 10 14719 pst 12599
- JOS | Universitas Jenderal Soedirman. jos universitas jenderal soedirman skip main content navigation... doi.org/10.20884/1.jm.2024.19.2.10186JOS Universitas Jenderal Soedirman jos universitas jenderal soedirman skip main content navigation doi 10 20884 1 jm 2024 19 2 10186
| File size | 699.25 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UMBJMUMBJM Candida albicans adalah jamur yang merupakan bagian dari mikrobiota normal dalam tubuh manusia. Jamur ini ditemukan pada kulit, selaput lendir saluranCandida albicans adalah jamur yang merupakan bagian dari mikrobiota normal dalam tubuh manusia. Jamur ini ditemukan pada kulit, selaput lendir saluran
UMBJMUMBJM Statistical analysis confirms a significant relationship between coping mechanisms and smoking behavior among this population. While most adolescents employStatistical analysis confirms a significant relationship between coping mechanisms and smoking behavior among this population. While most adolescents employ
UMBJMUMBJM Namun, implementasi skrining universal masih terhambat oleh stigma, keterbatasan sumber daya, dan resistensi sistemik. Penelitian ini merekomendasikanNamun, implementasi skrining universal masih terhambat oleh stigma, keterbatasan sumber daya, dan resistensi sistemik. Penelitian ini merekomendasikan
TYARLYTATYARLYTA Saran yang diperoleh antara lain adalah perlu dilakukan penyuluhan bagi petani mengenai teknik budidaya, jarak tanam, umur tanaman, sanitasi, pemangkasan,Saran yang diperoleh antara lain adalah perlu dilakukan penyuluhan bagi petani mengenai teknik budidaya, jarak tanam, umur tanaman, sanitasi, pemangkasan,
TYARLYTATYARLYTA Penelitian ini merupakan studi analitik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 63 responden. Variabel yang diteliti meliputiPenelitian ini merupakan studi analitik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 63 responden. Variabel yang diteliti meliputi
UISUUISU Menggunakan kata kunci efek, SEFT, kesejahteraan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran terhadap penelitian-penelitianMenggunakan kata kunci efek, SEFT, kesejahteraan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran terhadap penelitian-penelitian
UISUUISU Hal ini dikarenakan tekanan yang didapatkan dari tindakan cyberbullying yang membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan dirinya. Seseorang yang mengalamiHal ini dikarenakan tekanan yang didapatkan dari tindakan cyberbullying yang membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan dirinya. Seseorang yang mengalami
UMBJMUMBJM F. H, 2021). Hipertensi bagian dari penyakit kronis dan penyebab kematian yang perlu diwaspadai dan terbanyak di dunia. Kondisi yang membuat penyakit hipertensiF. H, 2021). Hipertensi bagian dari penyakit kronis dan penyebab kematian yang perlu diwaspadai dan terbanyak di dunia. Kondisi yang membuat penyakit hipertensi
Useful /
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Data dianalisis dengan Analisis Varians (ANOVA) dan uji lanjutan Duncans Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5 %. Penambahan air kelapaData dianalisis dengan Analisis Varians (ANOVA) dan uji lanjutan Duncans Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5 %. Penambahan air kelapa
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Empat emiten dipilih: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk (BRIS), dan PT Bank PembangunanEmpat emiten dipilih: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk (BRIS), dan PT Bank Pembangunan
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Portofolio yang dihasilkan menghasilkan return harian sebesar 0,003272 dan VaR 95 % sebesar –0,029053. Hasil ini menunjukkan bahwa clustering K‑MedoidsPortofolio yang dihasilkan menghasilkan return harian sebesar 0,003272 dan VaR 95 % sebesar –0,029053. Hasil ini menunjukkan bahwa clustering K‑Medoids
IAESCOREIAESCORE Uji non-parametrik menunjukkan perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam kualitas sidik jari, terutama karena jari perempuan yang lebihUji non-parametrik menunjukkan perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam kualitas sidik jari, terutama karena jari perempuan yang lebih