ITSCIENCEITSCIENCE

GOVERNORSGOVERNORS

Penelitian ini mengkaji bagaimana pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) memengaruhi nilai perusahaan dengan menggunakan Tobins Q sebagai ukuran kinerja pasar. Sampel penelitian terdiri dari perusahaan yang termasuk dalam indeks KOMPAS100 pada Bursa Efek Indonesia tahun 2020 hingga 2023, dan model regresi panel efek tetap diterapkan untuk menilai dampak masing‑masing aspek ESG menggunakan Stata. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada elemen ESG—lingkungan, sosial, maupun tata kelola—yang berpengaruh signifikan secara statistik terhadap nilai perusahaan; semua koefisien negatif namun tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa pengungkapan ESG di Indonesia belum dipersepsikan oleh investor sebagai penambah nilai. Temuan ini mendukung teori sinyal dan stakeholder, sekaligus menekankan kebutuhan akan transparansi ESG yang lebih baik, penegakan regulasi yang lebih ketat, dan peningkatan kesadaran investor di pasar berkembang.

Penelitian ini menemukan bahwa pengungkapan ESG tidak memberikan dampak signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan Tobins Q, karena koefisien masing‑masing aspek ESG bersifat negatif namun tidak signifikan, menunjukkan bahwa pasar Indonesia belum mengakui nilai tambah ESG.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kualitas pengungkapan ESG yang rendah, kurangnya jaminan independen, penegakan regulasi yang lemah, dan rendahnya kesadaran investor.Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan standar pelaporan ESG, transparansi yang lebih baik, serta penelitian lanjutan yang memperluas cakupan perusahaan, menggunakan variasi ukuran kinerja, dan mempertimbangkan kualitas serta konteks pengungkapan ESG.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh ESG terhadap nilai perusahaan dengan menggunakan ukuran kinerja alternatif selain Tobins Q, seperti ROA atau market‑to‑book, untuk menguji apakah hasil yang tidak signifikan tetap konsisten pada metrik yang berbeda (pertanyaan penelitian: bagaimana pengaruh ESG terhadap ROA perusahaan di pasar Indonesia?). Selain itu, penting untuk meneliti peran kualitas pengungkapan ESG, termasuk mekanisme assurance pihak ketiga, dalam meningkatkan kredibilitas sinyal ESG bagi investor (pertanyaan penelitian: sejauh mana assurance independen memoderasi hubungan antara pengungkapan ESG dan nilai perusahaan?). Terakhir, studi longitudinal yang mencakup periode lebih panjang dan melibatkan perusahaan di luar indeks KOMPAS100, serta sektor-sektor lain, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak jangka panjang ESG dalam konteks pasar berkembang (pertanyaan penelitian: apa dinamika pengaruh ESG terhadap nilai perusahaan selama dekade terakhir di berbagai sektor di Indonesia?).

  1. Assesing the Role of ESG on Firm Value in Indonesia: Signaling or Symbolism? | GOVERNORS. assesing role... doi.org/10.47709/governors.v4i2.6757Assesing the Role of ESG on Firm Value in Indonesia Signaling or Symbolism GOVERNORS assesing role doi 10 47709 governors v4i2 6757
  2. Financial Centers And The Relationship Between ESG Disclosure And Firm Performance: Evidence From An... doi.org/10.19030/jabr.v31i4.9298Financial Centers And The Relationship Between ESG Disclosure And Firm Performance Evidence From An doi 10 19030 jabr v31i4 9298
Read online
File size338.03 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test