UNISKAUNISKA
Mizan: Jurnal Ilmu HukumMizan: Jurnal Ilmu HukumKehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan akan sandang, pangan, dan tempat tinggal yang diperlukan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Ketiga elemen ini memiliki peran penting dalam proses interaksi sosial manusia dalam masyarakat. Khususnya kebutuhan akan tempat tinggal atau hunian memiliki signifikansi yang besar. Banyak orang merasa bahwa hidup belum lengkap jika belum memiliki rumah pribadi. Namun, membangun rumah bukanlah tugas yang mudah karena memerlukan sejumlah faktor seperti kepemilikan tanah, struktur bangunan, uji kelayakan serta izin pendirian. Dalam kenyataannya, tidak semua orang dapat dengan mudah memenuhi persyaratan untuk membangun rumah sendiri. Oleh karena itu, banyak masyarakat memilih alternatif yang lebih efisien dan tidak memakan banyak waktu, yaitu dengan membeli rumah dari agen properti atau pengembang perumahan. Namun, ada fakta bahwa pemasaran yang dilakukan oleh pengembang sering kali bersifat tendensius, sehingga informasi yang disampaikan dapat menyesatkan atau bahkan tidak akurat.
Berdasarkan paparan hasil penelitian pada BAB sebelumnya, maka disampaikan kesimpulan sebagai berikut.Tanggung jawab yang harus diemban oleh developer atau pengembang perumahan jika barang dan/atau jasa yang cacat telah sampai dan mengakibatkan kerugian bagi konsumen adalah memberikan ganti rugi atas kerusakan atau kerugian konsumen akibat barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.Tanggung jawab pelaku usaha selain tanggung jawab mutlak (strict product liability) juga terhadap contractual liability (tanggung jawab yang didasarkan pada perjanjian).Peraturan yang terkait dengan perumahan terhadap pengembang perumahan diatur pasal 130 huruf (a) dan (c) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam memberikan perlindungan bagi pelaku usaha kemudian dipertegas dengan adanya pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan dipertegas lagi dengan pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang menyatakan bahwa pelaku usaha mempunyai hak memperoleh pembayaran sesuai kesepakatan nilai tukar barang dan terlindung dari konsumen yang tidak beritikad baik misalnya konsumen yang mungkin memcemarkan nama baik pelaku usaha, serta mendapat rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang yang diperdagangkan.Dan konsumen perumahan yang merasa dirugikan atas tindakan yang dilakukan dapat menempuh upaya penyelesaian.Adapun upaya penyelesaian tersebut pertama yaitu non litigasi, menurut pasal 147 dan pasal 148 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan pasal 45 Undang-Undang No.8 tentang Perlindungan Konsumen, yang terlebih dahulu konsumen diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat secara damai, dalam musyawara tidak menghasilkan mufakat maka penyelesaian sengketa konsumen dapat diselesaian melalui lembaga yang berwenang, yaitu melalui BPSK dengan menggunakan mekanisme melalui konsilidasi, mediasi, atau arbitrase.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. 1. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya wanprestasi dalam perjanjian pembelian rumah, seperti faktor komunikasi, kesalahpahaman, atau kelalaian pihak pengembang.. 2. Menganalisis dampak wanprestasi terhadap konsumen dan bagaimana perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada mereka, termasuk studi kasus-kasus nyata yang melibatkan konsumen yang dirugikan.. 3. Mengkaji lebih dalam tentang peran dan tanggung jawab pengembang perumahan dalam memastikan kualitas dan kelayakan rumah yang dibangun, serta bagaimana mereka dapat meningkatkan praktik bisnis mereka untuk menghindari wanprestasi.
| File size | 222.3 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUMS Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan edukasi kecerdasan artifisial (AI) bagi guru SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta telah terlaksana denganKegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan edukasi kecerdasan artifisial (AI) bagi guru SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta telah terlaksana dengan
PUBMEDIAPUBMEDIA Studi ini mengkaji akuntabilitas hukum pelaku usaha dan kerugian yang dialami konsumen dalam kasus pemalsuan Pertamax di SPBU tersebut. Penelitian iniStudi ini mengkaji akuntabilitas hukum pelaku usaha dan kerugian yang dialami konsumen dalam kasus pemalsuan Pertamax di SPBU tersebut. Penelitian ini
UMSUMS Perkembangan pesat teknologi finansial (fintech) telah menghadirkan layanan pinjaman dengan syarat yang lebih fleksibel dan mudah diakses dibandingkanPerkembangan pesat teknologi finansial (fintech) telah menghadirkan layanan pinjaman dengan syarat yang lebih fleksibel dan mudah diakses dibandingkan
PUBMEDIAPUBMEDIA Studi ini merekomendasikan penyusunan instrumen atau pedoman internasional formal untuk membakukan penilaian kasus suaka oleh negara pengirim demi meningkatkanStudi ini merekomendasikan penyusunan instrumen atau pedoman internasional formal untuk membakukan penilaian kasus suaka oleh negara pengirim demi meningkatkan
PUBMEDIAPUBMEDIA Faktor utama yang menghambat perlindungan hukum adalah rendahnya kapasitas dan objektivitas aparat penegak hukum, meskipun terdapat kendala lain sepertiFaktor utama yang menghambat perlindungan hukum adalah rendahnya kapasitas dan objektivitas aparat penegak hukum, meskipun terdapat kendala lain seperti
PUBMEDIAPUBMEDIA Penelitian ini mengkaji aspek hukum perlindungan konsumen dan hukum perjanjian dalam konteks penjualan perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangPenelitian ini mengkaji aspek hukum perlindungan konsumen dan hukum perjanjian dalam konteks penjualan perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembang
UNSURUNSUR 01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, namun belum semua perusahaan pinjaman online yang terdaftar pada otoritas jasa01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, namun belum semua perusahaan pinjaman online yang terdaftar pada otoritas jasa
UNSURUNSUR Memang harus diakui bahwa hak-hak konsumen kesehatan masih cenderung sering dikalahkan oleh kekuasaan pemberi pelayanan kesehatan. Penelitian ini menegaskanMemang harus diakui bahwa hak-hak konsumen kesehatan masih cenderung sering dikalahkan oleh kekuasaan pemberi pelayanan kesehatan. Penelitian ini menegaskan
Useful /
PUBMEDIAPUBMEDIA Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajibanPenelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban
PUBMEDIAPUBMEDIA Hal ini menyebabkan lembaga legislatif cenderung berperan sebagai mitra pasif pemerintah, kehilangan fungsi kritis dan pengawasan yang seharusnya menjadiHal ini menyebabkan lembaga legislatif cenderung berperan sebagai mitra pasif pemerintah, kehilangan fungsi kritis dan pengawasan yang seharusnya menjadi
PUBMEDIAPUBMEDIA Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bahan kepustakaan atau data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, teori, asas, dan doktrin yang relevanPenelitian ini bertujuan untuk menelaah bahan kepustakaan atau data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, teori, asas, dan doktrin yang relevan
UMSUMS Metode yang digunakan yaitu penelusuran artikel penelitian ini melalui Google Scholar, ProQuest, EBSCO, dan Springer menggunakan kata kunci dan kriteriaMetode yang digunakan yaitu penelusuran artikel penelitian ini melalui Google Scholar, ProQuest, EBSCO, dan Springer menggunakan kata kunci dan kriteria