PUBMEDIAPUBMEDIA

Journal of Contemporary Law StudiesJournal of Contemporary Law Studies

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum konsumen terhadap pemalsuan bahan bakar minyak (BBM) Pertamax yang menggunakan bahan dasar Pertalite di SPBU 34.151.39 Kota Tangerang. Studi ini mengkaji akuntabilitas hukum pelaku usaha dan kerugian yang dialami konsumen dalam kasus pemalsuan Pertamax di SPBU tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan konsumen dan pemangku kepentingan terkait, observasi lapangan, serta analisis dokumen regulasi dan laporan pengawasan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengadukan bahan bakar, seperti mencampurkan bahan bakar dengan mutu lebih rendah dengan zat pewarna untuk menyerupai Pertamax, mengakibatkan kerugian finansial dan teknis yang signifikan, termasuk kerusakan mesin dan penurunan kinerja kendaraan. Perlindungan hukum masih belum efektif karena pengawasan yang lemah dan penegakan hukum yang terbatas terhadap pelaku usaha. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan pengawasan, penerapan sanksi yang tegas, dan peningkatan kesadaran konsumen sangat penting untuk memastikan perlindungan hukum yang efektif dan menjaga hak-hak konsumen dalam distribusi bahan bakar.

Penelitian ini menegaskan bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen dalam kasus pemalsuan BBM belum sepenuhnya efektif.Konsumen yang dirugikan berhak menuntut ganti rugi dari pelaku usaha sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.Penguatan pengawasan, penegakan hukum yang tegas, dan peningkatan kesadaran konsumen menjadi kunci untuk menciptakan perdagangan BBM yang adil, aman, dan transparan, serta memastikan hak konsumen terlindungi secara efektif.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas pengawasan oleh berbagai lembaga terkait (BPH Migas, kepolisian, dinas energi) dalam mencegah pemalsuan BBM di berbagai wilayah Indonesia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran kepuasan konsumen terhadap layanan SPBU, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualitas BBM, transparansi harga, dan responsivitas petugas. Ketiga, penting untuk meneliti dampak psikologis dan sosial dari praktik pemalsuan BBM terhadap kepercayaan konsumen terhadap industri energi secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam meningkatkan perlindungan konsumen dan menjaga integritas industri BBM di Indonesia.

  1. LAW ENFORCEMENT ON PERPETRATORS OF FUEL OIL AND GAS COUNTERFEITING IN BANGILAN, TUBAN | IUS POSITUM:... doi.org/10.56943/jlte.v2i1.272LAW ENFORCEMENT ON PERPETRATORS OF FUEL OIL AND GAS COUNTERFEITING IN BANGILAN TUBAN IUS POSITUM doi 10 56943 jlte v2i1 272
  2. Peran Manajemen Sekuriti Dalam Mencegah Resiko Kerugian Terhadap Keuangan Digital | Jurnal Kewirausahaan... siberpublisher.org/index.php/JKMT/article/view/162Peran Manajemen Sekuriti Dalam Mencegah Resiko Kerugian Terhadap Keuangan Digital Jurnal Kewirausahaan siberpublisher index php JKMT article view 162
Read online
File size429.51 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test