PUBMEDIAPUBMEDIA
Journal of Contemporary Law StudiesJournal of Contemporary Law StudiesPenelitian ini mengkaji celah penting dalam praktik suaka diplomatik, yaitu status hukum informasi yang dikumpulkan oleh negara penerima mengenai pemohon suaka serta penggunaannya oleh negara pengirim dalam menilai permohonan suaka berdasarkan Konvensi Caracas tentang Suaka Diplomatik (1954). Dalam praktiknya, negara penerima tidak berkewajiban memperbolehkan intervensi eksternal maupun berbagi informasi mengenai situasi hukum pemohon, sehingga memberi keleluasaan besar bagi negara pengirim dalam menilai legitimasi suaka diplomatik, yang sering dipengaruhi oleh pandangan politik atau hukumnya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif berdasarkan tinjauan literatur dan data sekunder dari konvensi internasional serta praktik negara. Temuan menunjukkan bahwa Konvensi Caracas tidak secara eksplisit mengamanatkan kerja sama antara negara penerima dan pengirim, maupun mewajibkan pemberian atau permintaan informasi mengenai status hukum pemohon. Ketidakadaan prosedur formal ini memungkinkan negara pengirim membuat kesimpulan tanpa data hukum yang terverifikasi, yang berpotensi mengganggu proses peradilan dan mengurangi kredibilitas suaka yang diberikan. Studi ini merekomendasikan penyusunan instrumen atau pedoman internasional formal untuk membakukan penilaian kasus suaka oleh negara pengirim demi meningkatkan konsistensi, keadilan, dan kejelasan hukum dalam praktik suaka diplomatik.
Konvensi Caracas 1954 mengizinkan negara pemberi suaka menilai secara independen kelayakan pemberian suaka diplomatik tanpa kewajiban formal untuk meminta atau menerima informasi mengenai situasi hukum pemohon dari negara penerima.Praktik permintaan informasi mengenai situasi legal oleh negara pengirim terhadap negara penerima merupakan hal yang jarang terjadi dan tidak diatur secara eksplisit dalam konvensi, namun dapat mendukung proses penilaian secara lebih proporsional.Untuk mencegah penyalahgunaan dan ketegangan politik, diperlukan pedoman internasional yang mengatur evaluasi kelayakan suaka diplomatik, terutama dalam konteks pertukaran informasi antarnegara.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pembentukan mekanisme pertukaran informasi resmi antara negara penerima dan negara pemberi suaka dapat memengaruhi keputusan pemberian suaka diplomatik, termasuk aspek legal, politik, dan administratif yang menjadi pertimbangan dalam proses tersebut. Kedua, penting untuk mengkaji apakah adanya standar internasional yang mengikat mengenai definisi kasus mendesak dan penganiayaan politik dapat mengurangi disparitas penafsiran dan meningkatkan konsistensi dalam praktik suaka diplomatik di antara negara-negara pihak dalam Konvensi Caracas. Ketiga, perlu dievaluasi efektivitas model perjanjian bilateral atau regional yang mengatur prosedur evaluasi bersama terhadap pemohon suaka diplomatik, termasuk kewajiban verifikasi fakta hukum oleh kedua belah pihak, sebagai solusi alternatif dalam menjembatani celah hukum yang tidak diatur dalam Konvensi Caracas 1954. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar hukum yang lebih kuat untuk mencegah penyalahgunaan suaka diplomatik sekaligus tetap melindungi hak asasi manusia. Pendekatan ini juga dapat membantu mengurangi ketegangan diplomatik dan memperkuat kepercayaan antar negara dalam menangani kasus-kasus yang sensitif secara hukum dan politik. Dengan demikian, suaka diplomatik dapat diposisikan sebagai mekanisme perlindungan yang sah, bukan sebagai alat intervensi politik. Penelitian lanjutan harus menggali bagaimana sistem verifikasi bersama dapat dirancang tanpa melanggar prinsip kedaulatan negara penerima. Selain itu, perlu dieksplorasi bagaimana pengalaman dari sistem hukum regional seperti Eropa atau Asia dapat memberikan pelajaran bagi pengembangan panduan yang lebih inklusif. Model uji coba kerja sama bilateral dalam konteks tertentu juga dapat menjadi dasar pengembangan instrumen multilateral di masa depan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan keseimbangan antara hak perlindungan individu dan kewajiban hukum internasional negara-negara terkait.
- Tinjauan Hukum Kedudukan Informasi Mengenai Situasi Legal Pemohon Suaka Diplomatik dalam Pemberian Suaka... journal.pubmedia.id/index.php/lawstudies/article/view/4007Tinjauan Hukum Kedudukan Informasi Mengenai Situasi Legal Pemohon Suaka Diplomatik dalam Pemberian Suaka journal pubmedia index php lawstudies article view 4007
- Diplomatic Asylum in International Law: A Comprehensive Study of the Threshold of Diplomatic Asylum Between... doi.org/10.57235/helium.v2i1.4918Diplomatic Asylum in International Law A Comprehensive Study of the Threshold of Diplomatic Asylum Between doi 10 57235 helium v2i1 4918
| File size | 361.45 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
GREENPUBGREENPUB dan Hadis dari Jabir yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadis dari Ibnu Masud yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah serta diperkuat dengan maqashid al syariahdan Hadis dari Jabir yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadis dari Ibnu Masud yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah serta diperkuat dengan maqashid al syariah
JAYABAYAJAYABAYA Hasil penelitian memperoleh gambaran bahwa pengaruh hukum laut internasional, khususnya UNCLOS, dalam sengketa wilayah di Laut China Selatan adalah penting.Hasil penelitian memperoleh gambaran bahwa pengaruh hukum laut internasional, khususnya UNCLOS, dalam sengketa wilayah di Laut China Selatan adalah penting.
STHBSTHB Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menunjukkan upaya menyeimbangkan kepastian hukum dan keadilan, namun tekanan publik untuk hukuman lebih beratKeputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menunjukkan upaya menyeimbangkan kepastian hukum dan keadilan, namun tekanan publik untuk hukuman lebih berat
DINASTIREVDINASTIREV Serta memastikan di dalam perjanjiannya menyatakan bahwa segala sengketa (all dispute, any dispute). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian iniSerta memastikan di dalam perjanjiannya menyatakan bahwa segala sengketa (all dispute, any dispute). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini
DINASTIREVDINASTIREV Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Perppu No. 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya masih relevanPenelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Perppu No. 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya masih relevan
AKRABJUARAAKRABJUARA Dalam konteks penanggulangan, kajian ini menyoroti pergeseran fokus dari pendekatan retributif ke pendekatan multidisiplin terintegrasi. Strategi pencegahanDalam konteks penanggulangan, kajian ini menyoroti pergeseran fokus dari pendekatan retributif ke pendekatan multidisiplin terintegrasi. Strategi pencegahan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Normative juridical refers to an approach that refers to laws, literature, written regulations, or other secondary legal materials. Empirical juridicalNormative juridical refers to an approach that refers to laws, literature, written regulations, or other secondary legal materials. Empirical juridical
UMNYARSIUMNYARSI Sengketa proses pemilu muncul dari keputusan atau tindakan administratif penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas PemiluSengketa proses pemilu muncul dari keputusan atau tindakan administratif penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu
Useful /
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja optimasi portofolio baru yang menggabungkan model Dynamic Conditional Correlation (DCC) dengan estimasi volatilitasPenelitian ini mengusulkan kerangka kerja optimasi portofolio baru yang menggabungkan model Dynamic Conditional Correlation (DCC) dengan estimasi volatilitas
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Temuan-temuan ini memiliki implikasi praktis bagi investor ritel dan institusional yang beroperasi di Indonesia. Kinerja portofolio bank Islam yang lebihTemuan-temuan ini memiliki implikasi praktis bagi investor ritel dan institusional yang beroperasi di Indonesia. Kinerja portofolio bank Islam yang lebih
SUMBARPROVSUMBARPROV Hasilnya, investasi di sektor tersebut menghasilkan peningkatan output sebesar Rp643,35 miliar dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1. 234 orang. MeskipunHasilnya, investasi di sektor tersebut menghasilkan peningkatan output sebesar Rp643,35 miliar dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1. 234 orang. Meskipun
SUMBARPROVSUMBARPROV Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing komoditas karet berdasarkan keunggulan komparatif dan kompetitif serta dampak kebijakan pemerintahPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing komoditas karet berdasarkan keunggulan komparatif dan kompetitif serta dampak kebijakan pemerintah