USIUSI

Jurnal Regional PlanningJurnal Regional Planning

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses perencanaan pembangunan di Kecamatan Siborong - borong Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan utama mendeskripsikan atau melukiskan secara terperinci dan mendalam mengenai partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Kecamatan Siborong - borong Kabupaten Tapanuli Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan interactive model analysis dari Miles dan Huberman yang meliputi tahap Reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan simpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1, Proses perencanaan pembangunan telah dilaksanakan dengan baik di Kecamatan Siborong - borong Kabupaten Tapanuli Utara, dimana : a) beberapa tahapan proses perencanaan pembangunan di masing - masing desa telah dilaksanakan, diantaranya tahapan persiapan dan tahapan pembahasan kegiatan / penetapan prioritas kegiatan yang akan disampaikan ke tingkat musrenbang Kecamatan, seperti Kelurahan Siborong - borong, Desa Pariksabungan, Desa Pohan Julu, Desa Hotabulu, Desa Lobusiregar I dan Desa Lobusiregar II; b) Di tingkat Musrenbang Kecamatan beberapa tahapan proses perencanaan pembangunan telah dilaksanakan, terutama pada tahapan dimana masyarakat telah dilibatkan memutuskan prioritas kegiatan yang akan diajukan ke tingkat Kabupaten. 2. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara masih rendah. Untuk itu perlu penyempurnaan tahapan pelaksanaan perencanaan partisipatif, mengoptimalkan kegiatan identifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat, dan perlu peningkatan pemahaman perangkat desa/kecamatan, unsur pembangunan dan unsur masyarakat mengenai perencanaan pembangunan.

Proses perencanaan pembangunan di Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, telah dilaksanakan dengan beberapa tahapan yang memadai, namun partisipasi masyarakat secara keseluruhan masih tergolong rendah.Hal ini disebabkan oleh kurang optimalnya identifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput, keterlibatan yang didominasi perwakilan elit, serta belum sepenuhnya melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan prioritas.Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan dalam tahapan pelaksanaan perencanaan partisipatif, optimalisasi identifikasi kebutuhan, dan peningkatan pemahaman serta keterwakilan semua unsur masyarakat dan perangkat desa/kecamatan untuk mencapai perencanaan pembangunan yang lebih inklusif dan efektif.

Penelitian yang ada telah mendeskripsikan secara mendalam tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Kecamatan Siborong-borong, menyoroti rendahnya partisipasi serta faktor-faktor penyebabnya seperti keterbatasan pemahaman, dominasi elit, dan inefisiensi proses. Berangkat dari temuan tersebut, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita dan memandu intervensi yang lebih efektif. Pertama, mengingat rendahnya pemahaman masyarakat dan peran kader pembangunan yang belum optimal, sebuah studi dapat membandingkan efektivitas berbagai program peningkatan kapasitas atau strategi komunikasi yang dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan aktif masyarakat di tingkat akar rumput. Ini bisa meliputi analisis dampak pelatihan partisipatif yang terstruktur atau pemanfaatan platform digital untuk menjaring aspirasi, bukan hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga mengukur perubahan konkret dalam tingkat partisipasi. Kedua, untuk mengatasi masalah dominasi elit dan representasi yang tidak merata, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan dan pengujian mekanisme partisipasi alternatif atau inovatif yang secara eksplisit memberdayakan kelompok masyarakat marjinal. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan suara mereka terakomodasi dalam pengambilan keputusan perencanaan pembangunan, misalnya melalui studi kasus tentang penerapan anggaran partisipatif yang diawasi ketat atau forum khusus bagi kelompok rentan, dengan mengevaluasi inklusivitas dan dampaknya pada hasil pembangunan yang lebih adil. Ketiga, mengingat sifat kualitatif dari penelitian ini yang baru mendeskripsikan kondisi, studi masa depan dapat secara kuantitatif mengukur korelasi dan dampak langsung tingkat partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan dan keberlanjutan proyek pembangunan lokal. Misalnya, apakah tingkat partisipasi yang lebih tinggi berkorelasi positif dengan kualitas infrastruktur, tingkat pemanfaatan fasilitas umum, atau peningkatan indikator kesejahteraan ekonomi masyarakat pasca-proyek? Penelitian semacam ini akan memberikan bukti empiris yang kuat mengenai pentingnya partisipasi yang bermakna, melengkapi temuan deskriptif yang ada.

Read online
File size639.49 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test