PUBMEDIAPUBMEDIA
Journal of Contemporary Law StudiesJournal of Contemporary Law StudiesPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadilan dan transparansi dalam proses peradilan kasus hukuman mati di Indonesia dan menilai efektivitasnya sebagai instrumen penegakan hukum. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber hukum, jurnal akademik, dan laporan dari organisasi hak asasi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukuman mati di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi kesalahan peradilan, diskriminasi terhadap kelompok tertentu, dan kurangnya transparansi dalam proses hukum dan eksekusi. Selain itu, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa hukuman mati lebih efektif dalam mengurangi tingkat kejahatan dibandingkan hukuman penjara seumur hidup. Studi ini menyarankan agar Indonesia perlu mengevaluasi kembali kebijakan hukuman mati dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip keadilan, efektivitas hukum, dan perlindungan hak asasi manusia. Reformasi sistem peradilan dan implementasi moratorium dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem hukum yang lebih adil dan transparan.
Dalam sistem peradilan pidana Indonesia, hukuman mati masih menjadi subjek perdebatan yang kompleks, terutama terkait dengan aspek keadilan, transparansi, dan seberapa efektif hukuman mati dalam mencegah kejahatan.Hukuman mati masih diakui dan digunakan tetapi ada banyak masalah dalam menerapkannya.Potensi kesalahan yudisial yang dapat menyebabkan eksekusi terhadap orang yang tidak bersalah merupakan masalah utama.Indonesia harus mempertimbangkan kembali kebijakan hukuman mati dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut.Sistem hukum yang lebih adil, transparan, dan menghormati hak asasi manusia dapat dimulai dengan reformasi sistem peradilan pidana, peningkatan transparansi, dan penerapan moratorium.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak psikologis dan sosial dari hukuman mati terhadap keluarga korban dan pelaku kejahatan, dengan fokus pada bagaimana dukungan psikologis dapat diberikan untuk membantu mereka menghadapi trauma dan proses adaptasi. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji secara empiris hubungan antara penerapan hukuman mati dan tingkat kejahatan di Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi tingkat kriminalitas, seperti tingkat kemiskinan, pendidikan, dan akses terhadap layanan kesehatan. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan sistem peradilan pidana di Indonesia dengan negara-negara yang telah menghapus hukuman mati, dengan fokus pada praktik-praktik terbaik dalam penegakan hukum dan rehabilitasi pelaku kejahatan, serta bagaimana negara-negara tersebut berhasil menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tanpa menggunakan hukuman mati. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu hukuman mati di Indonesia, serta menginformasikan kebijakan peradilan pidana yang lebih efektif dan humanis.
- Kontroversi Hukuman Mati dalam Sistem Peradilan Pidana Dilihat dari Perspektif HAM (Hak Asasi Manusia)... journal.pubmedia.id/index.php/lawstudies/article/view/3851Kontroversi Hukuman Mati dalam Sistem Peradilan Pidana Dilihat dari Perspektif HAM Hak Asasi Manusia journal pubmedia index php lawstudies article view 3851
- PERBINCANGAN MENGENAI HUKUMAN MATI TERKAIT KASUS BALI NINE DAN MARY JANE DALAM SITUS JEJARING SOSIAL... jurnal.unpad.ac.id/jkk/article/view/7817PERBINCANGAN MENGENAI HUKUMAN MATI TERKAIT KASUS BALI NINE DAN MARY JANE DALAM SITUS JEJARING SOSIAL jurnal unpad ac jkk article view 7817
| File size | 364.72 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Hak dan kewajiban pekerja dalam kedua sistem ini tujuannya setara, namun syariat Islam memberikan kerangka etis yang lebih menegaskan anti-diskriminasi,Hak dan kewajiban pekerja dalam kedua sistem ini tujuannya setara, namun syariat Islam memberikan kerangka etis yang lebih menegaskan anti-diskriminasi,
UMKUMK In conclusion, the study reveals that third-semester EED UMK students generally hold a positive view of Discord as a vocabulary learning tool. They perceiveIn conclusion, the study reveals that third-semester EED UMK students generally hold a positive view of Discord as a vocabulary learning tool. They perceive
UMNUMN Program ini menumbuhkan kesadaran baru mengenai signifikansi kesehatan mental dalam konteks budaya. Saran meliputi pengintegrasian nilai-nilai budaya dalamProgram ini menumbuhkan kesadaran baru mengenai signifikansi kesehatan mental dalam konteks budaya. Saran meliputi pengintegrasian nilai-nilai budaya dalam
PUBMEDIAPUBMEDIA Penelitian ini mengungkapkan pola sistematis pelanggaran hukum dalam praktik pre-project selling perumahan, di mana pengembang melakukan pemasaran danPenelitian ini mengungkapkan pola sistematis pelanggaran hukum dalam praktik pre-project selling perumahan, di mana pengembang melakukan pemasaran dan
PUBMEDIAPUBMEDIA Hoaks ini bukan sekadar ketidaktahuan masyarakat, melainkan bagian dari gerakan anti-ilmu pengetahuan yang mengikis kepercayaan publik. Oleh karena itu,Hoaks ini bukan sekadar ketidaktahuan masyarakat, melainkan bagian dari gerakan anti-ilmu pengetahuan yang mengikis kepercayaan publik. Oleh karena itu,
PUBMEDIAPUBMEDIA 1/PNPS/1965, pemahaman terbatas aparat penegak hukum tentang keadilan korektif, dan absennya panduan teknis yang jelas. Penelitian ini mengungkapkan kemajuan1/PNPS/1965, pemahaman terbatas aparat penegak hukum tentang keadilan korektif, dan absennya panduan teknis yang jelas. Penelitian ini mengungkapkan kemajuan
MKRIMKRI Oleh karena itu, legitimasi atas gagasan undang-undang sebagai bentuk tindak lanjut atas Putusan MK tentang PUU Omnibus perlu ditegaskan, dengan harapanOleh karena itu, legitimasi atas gagasan undang-undang sebagai bentuk tindak lanjut atas Putusan MK tentang PUU Omnibus perlu ditegaskan, dengan harapan
DRIYARKARADRIYARKARA Sifat hukuman mati yang tidak membuka ruang bagi koreksi juga meneguhkan tidak dapat dibenarkannya bentuk hukuman tersebut. Penulis berargumen bahwa hukumanSifat hukuman mati yang tidak membuka ruang bagi koreksi juga meneguhkan tidak dapat dibenarkannya bentuk hukuman tersebut. Penulis berargumen bahwa hukuman
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,457 yang menunjukan bahwa 45,7% terjadi pembentukan keluarga sakinah yang dipengaruhi oleh variabel X1Sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,457 yang menunjukan bahwa 45,7% terjadi pembentukan keluarga sakinah yang dipengaruhi oleh variabel X1
DRIYARKARADRIYARKARA Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang mampu meniru fungsi kognitif dan afektif manusia, memunculkan pertanyaan mendasar:Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang mampu meniru fungsi kognitif dan afektif manusia, memunculkan pertanyaan mendasar:
DRIYARKARADRIYARKARA Ia membantu penyebaran Kristianitas di Tiongkok lewat jalan ilmu pengetahuan serta lewat dialog berdasarkan persahabatan tulus. Artikel ini mendiskusikanIa membantu penyebaran Kristianitas di Tiongkok lewat jalan ilmu pengetahuan serta lewat dialog berdasarkan persahabatan tulus. Artikel ini mendiskusikan
DRIYARKARADRIYARKARA Kesimpulan ini didasarkan pada argumentasi post-Kantian yang menilai keindahan sebagai pengalaman moral, sublima, dan sempurna yang dapat dicapai melaluiKesimpulan ini didasarkan pada argumentasi post-Kantian yang menilai keindahan sebagai pengalaman moral, sublima, dan sempurna yang dapat dicapai melalui