STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL

Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan MasyarakatAdiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat

Realita yang kita lihat banyak guru masih memiliki permasalahan kesulitan mengembangkan/memanfaatkan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini, disebabkan di antaranya karena kurangnya pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan pengembangan profesionalisme guru. Tujuan pelatihan pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para peserta tentang cara menggunakan replika sejarah sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif dan menyenangkan. Metode pelatihan ini menggunakan model Training Service. Setiap masa/babak dijadikan satu set/kit, sehingga pada kegiatan pelatihan guru-guru dikelompokkan menjadi tiga pembabakan dalam membuat media/pemanfaatan replika. Penyelenggaraan dibagi menjadi empat tahap dilakukan oleh Tim Pengabdian yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, dan tahap rencana tindak lanjut yang dilakukan secara daring. Hasil dari kegiatan ini meningkatnya kemampuan guru-guru SD Negri 1 Betung dalam mempraktekkan pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memotivasi guru dalam membuat media pembelajaran yang kreatif.

Guru memiliki peran sangat penting dalam merancang media pembelajaran yang menyenangkan dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.Penggunaan media visual seperti gambar, video, animasi, maupun media tangan seperti model replika sejarah, dipadukan dengan metode interaktif seperti diskusi kelompok dan role‑play, dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi sejarah.Oleh karena itu, guru sebaiknya menyesuaikan pilihan media dan metode dengan kemampuan serta minat siswa untuk menciptakan proses belajar yang lebih menyenangkan dan efektif.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan media replika sejarah terhadap pencapaian belajar siswa pada berbagai tingkatan kelas, sehingga dapat diketahui apakah peningkatan motivasi dan pemahaman yang terlihat pada pelatihan tetap bertahan dalam waktu yang lebih lama. Selain itu, studi komparatif antara media replika fisik dengan simulasi digital dalam pembelajaran sejarah Bahasa Indonesia dapat memberikan wawasan tentang efektivitas masing‑masing pendekatan serta faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi siswa dan guru. Terakhir, pengembangan model pelatihan profesional bagi guru yang berfokus pada integrasi berkelanjutan media replika sejarah ke dalam kurikulum lokal dapat dievaluasi untuk menilai keberlanjutan penggunaan media tersebut dan dampaknya terhadap kualitas pengajaran serta kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar.

Read online
File size202.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test