STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL

JETA (Journal of English Teaching and Applied Linguistic)JETA (Journal of English Teaching and Applied Linguistic)

Kekhawatiran pengucapan (pronunciation anxiety / PA) merupakan salah satu faktor psikologis yang memengaruhi perkembangan kepercayaan diri dan identitas profesional sang calon guru bahasa Inggris (EFL). Meski penelitian PA dalam konteks pembelajaran bahasa semakin meluas, belum banyak kajian yang meneliti bagaimana PA tercermin dalam pembentukan identitas profesional guru Indonesia yang masih belajar. Penelitian ini bertujuan mengkaji jenis-jenis PA yang dialami calon guru EFL dan bagaimana PA memengaruhi persepsi mereka tentang identitas profesional. Metode penelitian campuran (mixed‑method) digunakan, menggabungkan kuesioner skala Likert empat poin yang disebarkan kepada 30 responden dan wawancara semi‑struktur dengan 15 responden dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris satu universitas di Bogor. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa rasa takut akan penilaian negatif (M=2,77) dan kecemasan pengucapan pedagogis (M=2,73) merupakan jenis PA dominan dan berada pada kategori tinggi, sedangkan kecemasan berkomunikasi (M=2,50) juga berada pada kategori tinggi. Rasa kecemasan aksen (M=2,47) dan kecemasan segmental/suprasegmental (M=2,40) berada pada kategori rendah. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa PA memengaruhi kepercayaan diri, kesiapan mengajar, dan identitas profesional calon guru. Walaupun pengucapan baik sering dikaitkan dengan profesionalisme, mayoritas responden melihat identitas profesional sebagai hasil pembelajaran dan pengalaman. Oleh karena itu, PA dapat memengaruhi proses pembentukan identitas profesional bagi calon guru bahasa Inggris.

PA di kalangan calon guru EFL Indonesia bersifat kompleks, dengan rasa takut akan penilaian negatif, kecemasan pengucapan pedagogis, dan kecemasan berkomunikasi menjadi jenis paling dominan.Kecemasan terkait aksen dan aspek teknis pengucapan lebih rendah.PA berdampak signifikan pada kepercayaan diri, kesiapan mengajar, dan persepsi identitas profesional, namun sebagian besar responden tetap percaya bahwa identitas profesional dapat dikembangkan melalui praktik dan pembelajaran berkelanjutan.

1. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi interaksi antara PA dan efektivitas metode pengajaran berbasis model percakapan, dengan memanfaatkan rekaman micro‑teaching untuk mengamati perilaku PA di ruang kelas. 2. Penyelidikan longitudinal yang melacak perkembangan PA dan identitas profesional dari tahun pertama hingga kelulusan program pendidikan Bahasa Inggris akan memberikan wawasan tentang dinamika perubahan sikap dan kompetensi guru calon. 3. Studi kuantitatif berperbandingan antara institusi tinggi di berbagai provinsi Indonesia dapat mengidentifikasi faktor lingkungan, seperti dukungan mentor dan kebijakan kurikulum, yang dapat meminimalkan PA dan memperkuat pembentukan identitas profesional.

  1. Undergraduate Students’ English Pronunciation Anxiety (EPA) In Pronunciation Class at English Education... doi.org/10.61672/eji.v9i1.2757Undergraduate StudentsAo English Pronunciation Anxiety EPA In Pronunciation Class at English Education doi 10 61672 eji v9i1 2757
  2. Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling, American Journal of Theoretical and Applied... doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling American Journal of Theoretical and Applied doi 10 11648 j ajtas 20160501 11
Read online
File size793.72 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test