UNTARUNTAR

International Journal of Application on Economics and BusinessInternational Journal of Application on Economics and Business

Perubahan cepat dalam kondisi kerja membuat mempertahankan komitmen karyawan menjadi sulit, khususnya bagi Generasi Z, yang memiliki nilai-nilai khas dan ekspektasi tinggi yang terkadang bersebrangan dengan persepsi kesiapan yang terbatas. Makalah ini meneliti hubungan antara motivasi, beban kerja, dan kondisi tempat kerja dengan komitmen organisasi di kalangan pekerja Gen Z di wilayah Jabodetabek. Penelitian kuantitatif berbasis kuesioner dengan 150 responden (berumur 17–27 tahun dengan pengalaman kerja) dianalisis menggunakan partial least squares structural equation modeling (PLS‑SEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa motivasi, beban kerja, dan lingkungan kerja masing‑masing memiliki hubungan positif yang signifikan secara statistik dengan komitmen organisasi. Temuan ini memberikan arahan praktis untuk menyelaraskan praktik SDM dengan preferensi Generasi Z guna memperkuat loyalitas dan mengurangi tingkat perputaran karyawan.

Penelitian ini menyelidiki sejauh mana faktor-faktor utama tempat kerja memengaruhi komitmen organisasi pada karyawan Generasi Z di wilayah Jabodetabek.Analisis dengan pendekatan PLS‑SEM menunjukkan bahwa motivasi menjadi penentu utama komitmen, karena karyawan yang sangat termotivasi menunjukkan loyalitas, antusiasme, dan partisipasi aktif yang lebih tinggi.beban kerja yang seimbang meningkatkan dedikasi, sedangkan beban berlebih dapat mengurangi komitmen dan menimbulkan kelelahan.serta kondisi lingkungan kerja yang aman dan mendukung meningkatkan kenyamanan psikologis serta memperkuat niat bertahan dalam organisasi.Secara keseluruhan, ketiga aspek tersebut secara bersama‑sama memperkuat komitmen organisasi Generasi Z.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki peran kepemimpinan transformasional sebagai variabel mediasi yang menguatkan pengaruh motivasi terhadap komitmen organisasi pada Generasi Z, dengan menguji apakah gaya kepemimpinan yang inspiratif dan visioner meningkatkan efektivitas motivasi dalam membangun loyalitas dan partisipasi aktif karyawan. Selain itu, studi komparatif lintas generasi dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dari Generasi Z, Y, dan X di sejumlah kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, untuk mengidentifikasi perbedaan dalam persepsi beban kerja, kondisi lingkungan kerja, serta faktor-faktor budaya yang memengaruhi tingkat komitmen organisasi, sehingga menghasilkan model generasi‑spesifik yang lebih akurat. Selanjutnya, penambahan variabel budaya organisasi dan keterlibatan karyawan ke dalam kerangka PLS‑SEM dapat memperluas pemahaman tentang kontribusi relatif faktor-faktor tersebut dibandingkan beban kerja dan lingkungan kerja, dan sekaligus memungkinkan analisis interaksi kompleks antara motivasi, beban kerja, budaya, dan keterlibatan dalam menjelaskan variasi komitmen organisasi pada pekerja muda.

  1. Analisis Pengaruh Lingkungan dan Beban Kerja Terhadap Komitmen Organisasi di Rsud Kabupaten Padang Pariaman... jbe-upiyptk.org/ojs/index.php/jbeupiyptk/article/view/149Analisis Pengaruh Lingkungan dan Beban Kerja Terhadap Komitmen Organisasi di Rsud Kabupaten Padang Pariaman jbe upiyptk ojs index php jbeupiyptk article view 149
Read online
File size587.94 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test