STPI PAJAKSTPI PAJAK

Journal of Tax and BusinessJournal of Tax and Business

Setiap perusahaan fokus pada pencapaian tujuan perusahaan, perusahaan juga harus mampu menghadapi perubahan lingkungan yang cepat agar tetap bertahan dalam persaingan pasar yang semakin ketat. Sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten menjadi keharusan agar perusahaan memiliki kinerja lebih baik. Menurut beberapa pandangan, stres kerja dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini juga memperkenalkan variabel mediasi, yaitu intention to stay, yang mempengaruhi kinerja karyawan. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kompensasi dan budaya organisasi dalam mempengaruhi kinerja karyawan. Variabel yang digunakan adalah stres kerja (X1), kepuasan kerja (X2), dan variabel mediasi intention to stay (Z), serta variabel terikat kinerja karyawan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Variabel independen melalui variabel mediasi juga berpengaruh parsial terhadap variabel dependen.

Dari penelitian mengenai analisis pengaruh stres kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dengan intention to stay sebagai pemediasi, ditemukan beberapa kesimpulan penting.Pertama, stres kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, menunjukkan bahwa semakin tinggi stres kerja, kinerja karyawan juga cenderung meningkat.Selain itu, stres kerja juga berpengaruh positif terhadap intention to stay, artinya stres yang lebih tinggi dapat meningkatkan keinginan karyawan untuk tetap di perusahaan.Kepuasan kerja juga ditemukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.dengan kata lain, semakin tinggi kepuasan kerja, semakin baik pula kinerja karyawan.Kepuasan kerja juga meningkatkan intention to stay, yang menandakan bahwa karyawan yang merasa puas dengan pekerjaannya cenderung ingin tetap bertahan di organisasi.Intention to stay memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, menunjukkan bahwa keinginan kuat untuk tetap di organisasi berkaitan dengan peningkatan kinerja.Penelitian juga menemukan bahwa stres kerja dapat meningkatkan kinerja karyawan melalui intention to stay, yang mengindikasikan bahwa tekanan kerja yang dihadapi karyawan dapat memotivasi mereka untuk tetap bertahan dan meningkatkan kinerjanya.Sama halnya dengan kepuasan kerja, di mana tingkat kepuasan yang tinggi tidak hanya meningkatkan kinerja tetapi juga mendorong karyawan untuk bertahan dalam organisasi.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada faktor-faktor yang dapat meningkatkan intention to stay karyawan. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan memotivasi karyawan untuk tetap bertahan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat diterapkan perusahaan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan, seperti pemberian kompensasi yang adil dan pengembangan karier. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada dampak stres kerja yang berlebih terhadap kinerja karyawan dan bagaimana perusahaan dapat mengelola stres tersebut secara efektif. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih bagi perusahaan dalam meningkatkan kinerja karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Read online
File size256.04 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test