UNTARUNTAR

International Journal of Application on Economics and BusinessInternational Journal of Application on Economics and Business

Konsep resiliensi bisnis saat ini sering menyederhanakannya menjadi business as usual tanpa memperhatikan implikasi jangka panjang. Penelitian ini menafsirkan kembali resiliensi dengan melakukan survei terhadap 400 pemilik UKM di Palembang, Indonesia, menggunakan model PLS‑SEM untuk menelusuri bagaimana Identitas Organisasi Hijau (GOI) mendorong Kapabilitas Inovasi Hijau (GIC) melalui Kreativitas Hijau (GC). Hasil menunjukkan bahwa GC memediasi pengaruh GOI terhadap GIC. Meskipun kreativitas hijau menjadi sentral dalam membangun kapabilitas inovasi hijau UKM, penelitian ini juga mengakui adanya pengaruh eksternal yang mungkin memengaruhi. Secara praktis, perusahaan disarankan untuk menumbuhkan budaya internal nilai hijau yang dapat merangsang kreativitas. Pengadopsian kreatif praktik hijau dapat meningkatkan kesadaran sosial dan mempercepat peralihan menuju ekonomi berkelanjutan. Oleh karena itu, kami mendefinisikan resiliensi sebagai kreativitas dalam resiliensi: komitmen teguh untuk memperkuat identitas organisasi sehingga kapabilitas inovasi berkembang melalui jalur kreativitas.

Kerangka Green Dynamic Marketing Capability (GDMC) menunjukkan bahwa Identitas Organisasi Hijau (GOI) penting dalam mengarahkan bisnis menuju keberlanjutan, meskipun dampak langsungnya terhadap Kapabilitas Inovasi Hijau (GIC) masih lemah karena keterbatasan sumber daya.Dasar keberlanjutan dibangun melalui tanggung jawab lingkungan via GOI, namun kurangnya dukungan finansial dan teknologi menghambat kemampuan UKM mengubah ide hijau menjadi inovasi praktis.Selain itu, faktor eksternal seperti regulasi, tekanan pasar, dan ketersediaan teknologi dapat memoderasi hubungan antara identitas hijau dan inovasi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana dukungan kebijakan publik, seperti insentif fiskal atau subsidi teknologi hijau, mempengaruhi kemampuan inovasi hijau (GIC) pada UKM, dengan membandingkan wilayah yang memiliki kebijakan berbeda. Selain itu, studi longitudinal dapat menguji perubahan identitas organisasi hijau (GOI) dan kreativitas hijau (GC) selama periode adaptasi terhadap tekanan pasar, untuk memahami dinamika mediasi kreatif dalam jangka panjang. Akhirnya, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi peran jaringan kolaboratif antar‑UKM dan lembaga riset dalam memperkuat sumber daya dinamis hijau, mengidentifikasi faktor‑faktor kunci yang memfasilitasi transfer pengetahuan dan adopsi inovasi berkelanjutan.

  1. Green Innovation Strategy and Green Innovation: The Roles of Green Creativity and Green Organizational... doi.org/10.1002/csr.1445Green Innovation Strategy and Green Innovation The Roles of Green Creativity and Green Organizational doi 10 1002 csr 1445
  2. The role of green intellectual capital and green innovation on competitive advantage of SMEs | International... inderscienceonline.com/doi/abs/10.1504/IJLIC.2021.113662The role of green intellectual capital and green innovation on competitive advantage of SMEs International inderscienceonline doi abs 10 1504 IJLIC 2021 113662
Read online
File size595.32 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test