MSTI INDONESIAMSTI INDONESIA

Indonesian Journal Economic Review (IJER)Indonesian Journal Economic Review (IJER)

Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Populasi penelitian adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di IDX dan PROPER untuk periode 2021-2023. Sampel penelitian terdiri dari 9 perusahaan dengan total 27 observasi selama tiga tahun. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling dengan Partial Least Square (PLS-SEM) versi 2.0 M3 untuk menguji 18 hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal intelektual hijau tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, kinerja keuangan, dan kinerja lingkungan. Inovasi hijau memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, namun tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dan kinerja lingkungan. Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, kinerja lingkungan, dan nilai perusahaan. Kinerja keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan kinerja lingkungan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa kinerja keuangan dan kinerja lingkungan tidak terbukti menjadi variabel mediasi dalam hubungan antara variabel independen dan nilai perusahaan. Studi ini berkontribusi pada literatur tentang praktik bisnis hijau dan nilai perusahaan dalam konteks industri makanan dan minuman di Indonesia.

Studi ini menemukan bahwa praktik keberlanjutan di sektor makanan dan minuman, terutama modal intelektual hijau dan inovasi hijau, belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap nilai perusahaan, kinerja keuangan, atau kinerja lingkungan, kecuali inovasi hijau yang berpengaruh pada nilai perusahaan.Namun, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara konsisten menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, kinerja lingkungan, dan nilai perusahaan.Kinerja keuangan terbukti berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan kinerja lingkungan tidak, dan baik kinerja keuangan maupun kinerja lingkungan tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara praktik keberlanjutan dengan nilai perusahaan.

Penelitian ini memberikan gambaran awal tentang bagaimana praktik keberlanjutan seperti modal intelektual hijau dan inovasi hijau masih perlu dioptimalkan untuk benar-benar memberikan dampak maksimal di industri makanan dan minuman Indonesia. Untuk penelitian di masa depan, sangat menarik untuk menyelidiki lebih dalam mengenai bagaimana modal intelektual hijau dapat diukur dan dikelola secara lebih efektif agar benar-benar mendorong kinerja keuangan dan lingkungan perusahaan dalam jangka panjang. Mengingat aset tidak berwujud seringkali sulit dinilai, studi selanjutnya dapat mengeksplorasi pendekatan pengukuran yang lebih komprehensif atau mengidentifikasi variabel-variabel moderasi atau mediasi lain yang mungkin menjelaskan hubungan antara modal intelektual hijau dan nilai perusahaan, yang dalam penelitian ini tidak ditemukan signifikan.. . Selain itu, penting juga untuk mencari tahu faktor-faktor kunci apa saja yang diperlukan agar inovasi hijau tidak hanya meningkatkan nilai perusahaan secara langsung, tetapi juga secara signifikan memengaruhi kinerja keuangan dan lingkungan. Temuan bahwa inovasi hijau hanya berdampak pada nilai perusahaan secara langsung menyisakan pertanyaan tentang kondisi ideal yang memungkinkan inovasi tersebut memberikan manfaat yang lebih luas. Penelitian bisa menelusuri peran budaya organisasi yang mendukung, kerangka regulasi pemerintah yang pro-lingkungan, atau bahkan tingkat kesadaran dan permintaan konsumen yang lebih tinggi sebagai pendorong utama yang dapat memaksimalkan dampak positif inovasi hijau.. . Terakhir, mengingat studi ini berfokus pada sektor makanan dan minuman di Indonesia, akan sangat berharga untuk melakukan penelitian komparatif di berbagai sektor industri atau di negara-negara dengan konteks ekonomi dan regulasi yang berbeda. Hal ini akan membantu kita memahami apakah temuan mengenai dampak modal intelektual hijau, inovasi hijau, dan tanggung jawab sosial perusahaan ini bersifat universal atau sangat bergantung pada lingkungan spesifik. Misalnya, studi di industri yang secara inheren lebih hijau (seperti energi terbarukan) atau di negara-negara maju dengan standar keberlanjutan yang lebih ketat, bisa mengungkap nuansa dan generalisasi yang lebih luas dari temuan ini.

  1. Pengaruh Green Innovation Terhadap Kinerja Keuangan dengan Kinerja Lingkungan sebagai Mediasi: Sektor... jurnal.universitasputrabangsa.ac.id/index.php/jiak/article/view/805Pengaruh Green Innovation Terhadap Kinerja Keuangan dengan Kinerja Lingkungan sebagai Mediasi Sektor jurnal universitasputrabangsa ac index php jiak article view 805
  2. Sage Reference - The SAGE Encyclopedia of Corporate Reputation. sage reference encyclopedia corporate... doi.org/10.4135/9781483376493Sage Reference The SAGE Encyclopedia of Corporate Reputation sage reference encyclopedia corporate doi 10 4135 9781483376493
  3. PENGARUH GREEN INNOVATION DAN KINERJA KEUANGAN PADA COMPETITIVE ADVANTAGE DAN NILAI PERUSAHAAN TAHUN... doi.org/10.29062/mahardika.v20i2.346PENGARUH GREEN INNOVATION DAN KINERJA KEUANGAN PADA COMPETITIVE ADVANTAGE DAN NILAI PERUSAHAAN TAHUN doi 10 29062 mahardika v20i2 346
Read online
File size599.11 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test