UMWUMW

Jurnal Pengabdian Sains dan Teknologi Mandala WaluyaJurnal Pengabdian Sains dan Teknologi Mandala Waluya

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, termasuk di Indonesia. Salah satu PTM yang cukup banyak terjadi adalah gout arthritis atau penyakit asam urat, yang disebabkan oleh gangguan metabolisme purin sehingga terjadi penumpukan kristal asam urat pada persendian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi, edukasi, serta pemeriksaan kadar asam urat pada siswa/siswi dan guru di MA Ummusshabri Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan langsung kadar asam urat menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) dengan strip asam urat, sehingga hasil dapat diketahui secara cepat. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari siswa/siswi dan guru, dengan pelaksanaan oleh tim dosen, staf, dan mahasiswa. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 6 peserta laki-laki, terdapat 2 orang dengan kadar asam urat di atas normal dan 4 orang dalam batas normal. Sementara itu, dari 19 peserta perempuan, terdapat 3 orang dengan kadar asam urat di atas normal dan 16 orang dalam batas normal. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya terkait kadar asam urat. Dengan adanya deteksi dini melalui pemeriksaan sederhana, diharapkan masyarakat dapat melakukan pencegahan dan penanganan lebih awal terhadap penyakit asam urat.

Kesimpulan pada kegiatan pengabdian ini adalah telah dilakukan pemeriksaan Asam Urat pada 25 orang siswa/siswi dan guru pada sekolah MA Ummusshabri Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga hal. Pertama, dilakukan studi longitudinal yang melacak perubahan kadar asam urat pada siswa dan guru selama setidaknya satu tahun, untuk mengetahui apakah nilai yang tinggi berhubungan dengan munculnya gejala gout atau komplikasi kesehatan lainnya. Kedua, dilakukan survei pola makan dan kebiasaan gaya hidup secara detail, kemudian dianalisis hubungannya dengan kadar asam urat, sehingga dapat diidentifikasi faktor risiko dietik yang paling berpengaruh pada populasi sekolah. Ketiga, lakukan percobaan komparatif antara metode Point of Care Testing (POCT) yang cepat dengan metode laboratorium standar (enzimatik kolorimetri) pada sampel yang sama, untuk menilai akurasi, sensitivitas, dan biaya masing‑masing metode dalam konteks pemeriksaan massal. Ketiga ide penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang prevalensi asam urat, faktor‑faktor yang mempengaruhi, serta memberikan dasar ilmiah bagi program pencegahan yang lebih efektif di lingkungan pendidikan.

Read online
File size445.13 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test