UMWUMW

Jurnal MediLab Mandala WaluyaJurnal MediLab Mandala Waluya

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Hasil observasi dengan petugas di Puskesmas Perumnas adalah tingginya kasus TB karena adanya beberapa faktor penyebab. Akan tetapi masyarakat tidak menyadari hal tersebut atau masih memiliki informasi yang kurang tentang TB terutama penularan TB itu sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko kejadian TB Paru di Puskesmas Perumnas Kota Kendari. Jenis penelitian menggunakan studi survey analitik dengan desain case control study. Populasi adalah responden yang sedang berobat di Puskesmas Perumnas yang berjumlah 36 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan kategori 18 responden penderita TB dan 18 responden bukan penderita TB sebagai kontrol. Analisis data menggunakan uji Mantel-Haenszel Cammon Odds Ratio Estimate. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini didapatkan nilai estimate Odds Ratio status gizi = 5.600, pengetahuan = 1.250, dan ventilasi = 1.500. nilai tersebut lebih besar dari nilai Odd Ratio (ODD > 1) maka H0 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa ventilasi merupakan faktor terjadinya TBC paru.

Penelitian menunjukkan bahwa status gizi yang buruk, rendahnya pengetahuan, dan ventilasi yang tidak memadai secara signifikan meningkatkan risiko kejadian tuberkulosis paru pada pasien Puskesmas Perumnas Kota Kendari.Odds Ratio masing‑masing adalah 5,600 untuk status gizi, 1,250 untuk pengetahuan, dan 1,500 untuk ventilasi.Oleh karena itu, ketiga faktor tersebut merupakan variabel risiko utama yang perlu ditangani.

Penelitian lanjutan dapat meneliti efek intervensi nutrisi terarah terhadap status gizi dan keberhasilan pengobatan TB pada pasien malnutrisi di Puskesmas Perumnas dengan desain uji coba terkontrol acak, sehingga dapat mengevaluasi apakah perbaikan gizi menurunkan risiko kekambuhan. Selanjutnya, sebuah studi kohort prospektif dapat mengevaluasi dampak program edukasi kesehatan masyarakat yang memfokuskan pada peningkatan pengetahuan tentang cara penularan dan pencegahan TB, dengan mengukur perubahan perilaku serta insiden TB dalam populasi selama dua tahun. Selain itu, penelitian observasional longitudinal dapat memonitor parameter kualitas udara dalam rumah (misalnya konsentrasi CO₂, kelembaban, dan tingkat pertukaran udara) serta pengaruh ventilasi mekanis terhadap transmisi TB, untuk menentukan standar ventilasi yang optimal dalam lingkungan rumah pasien. Ketiga arah penelitian tersebut akan melengkapi temuan awal dan memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk kebijakan intervensi kesehatan di tingkat komunitas.

Read online
File size101.21 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test