UMWUMW

Jurnal MediLab Mandala WaluyaJurnal MediLab Mandala Waluya

Diabetes melitus meluas pada suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia). Pada pasien Diabetes Melitus yang tidak terkontrol akan terjadi keadaan dimana tubuh tidak mampu mengelolah glukosa menjadi energi sehingga sebagai gantinya tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Hasil pemecahan lemak yaitu badan keton yang apabila berlebihan dapat terdeteksi dalam urine yang disebut dengan ketonuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar keton urine pada wanita lansia penderita Diabetes Melitus berdasarkan lama menderita di Desa Pola, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 32 orang dengan jumlah sampel 24 orang. Berdasarkan hasil penelitian dari 24 sampel yang menderita ≤5 tahun dan >5 tahun dengan menggunakan metode carik celup yaitu, pasien yang menderita ≤5 tahun terdapat 19 orang dengan hasil pemeriksaan 10 orang (42%) negatif keton, 7 orang (29,2%) positif dan 2 orang (8,3%) positif . Sedangkan yang menderita >5 tahun terdapat 5 orang dengan hasil pemeriksaan 2 orang (8,3%) positif , 3 orang (12,5%) positif dan tidak ditemukan negatif keton urine. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keton urine tidak hanya ditemukan pada pasien yang menderita >5 tahun, tetapi ditemukan juga pada pasien yang menderita ≤5 tahun dengan kadar glukosa tidak normal.

Penelitian menunjukkan bahwa pada wanita lansia penderita Diabetes Mellitus dengan durasi penyakit ≤5 tahun, 42% tidak terdeteksi keton urine, 29,2% positif ( ), dan 8,3% positif ( ).Pada kelompok dengan durasi >5 tahun, tidak ada hasil negatif, sedangkan 8,3% menunjukkan positif ( ) dan 12,5% positif ( ).Kadar keton urine yang meningkat dapat mengindikasikan defisiensi karbohidrat dan berpotensi menyebabkan ketoasidosis.

Peneliti selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat ketonuria dengan kontrol glikemik (misalnya nilai HbA1c) pada wanita lansia penderita Diabetes Mellitus dengan memperhatikan variasi lama penyakit; peneliti juga disarankan untuk membandingkan akurasi diagnostik antara metode urine analyzer titik‑perawatan dan metode carik celup dalam mendeteksi ketonuria pada populasi tersebut, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti fungsi ginjal dan regimen obat; serta dilakukan intervensi diet, misalnya membandingkan pola makan rendah karbohidrat dengan pola makan seimbang, untuk menilai pengaruhnya terhadap prevalensi ketonuria serta outcome metabolik lainnya seperti kadar glukosa darah dan kejadian ketoasidosis pada wanita lansia penderita Diabetes Mellitus.

Read online
File size77.48 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test