HELVETIAHELVETIA

Jurnal Dunia GiziJurnal Dunia Gizi

Masalah kualitas tidur pada remaja menunjukkan pola yang berbeda daripada kelompok usia lainnya. Pola makan tinggi lemak juga diduga memengaruhi struktur dan kontinuitas tidur melalui mekanisme inflamasi sistemik, perubahan hormon yang mengatur tidur yaitu leptin dan ghrelin serta dampak gastrointestinal seperti refluks, ketidaknyamanan malam hari yang mengganggu tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak dengan kualitas tidur dan komponen kualitas tidur pada remaja di SMK Batik 2 Surakarta tahun 2026.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di SMK Batik 2 Surakarta memiliki asupan lemak yang cenderung tinggi serta proporsi kualitas tidur yang cukup banyak berada pada kategori buruk.Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa asupan lemak tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kualitas tidur secara keseluruhan maupun dengan setiap komponen kualitas tidur yang diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index.Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas tidur remaja kemungkinan lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti kebiasaan tidur larut malam, penggunaan gawai sebelum tidur, aktivitas fisik, serta kondisi psikologis dibandingkan oleh asupan lemak saja.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk meneliti hubungan antara pola makan dan kualitas tidur dengan mempertimbangkan faktor lain yang dapat memengaruhi tidur, seperti tingkat stres, aktivitas fisik, durasi penggunaan gawai, dan waktu konsumsi makanan. Penelitian dengan desain longitudinal atau dengan pengendalian variabel perancu juga diperlukan agar hubungan antara faktor nutrisi dan kualitas tidur dapat dipahami secara lebih komprehensif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi intervensi yang efektif dalam meningkatkan kualitas tidur remaja, seperti edukasi tentang pola makan sehat dan kebiasaan tidur yang baik.

Read online
File size592.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test