AIRAAIRA

Journal Research of Economic and BussinessJournal Research of Economic and Bussiness

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengakuan dan pengukuran, penyajian, dan pengungkapan pada transaksi pembiayaan murabahah berdasarkan PSAK 102 pembiayaan murabahah di PT. Bank BTPN Syariah Tbk. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian yang diambil oleh penulis yaitu di PT. Bank BTPN Syariah Tbk. Data yang digunakan oleh peneliti yaitu data sekunder, yang pengumpulan datanya melalui dokumentasi dan kepustakaan. Penelitian ini membandingkan hasil annual report yang diterbitkan oleh PT. Bank BTPN Syariah Tbk dengan PSAK 102 tentang pembiayaan murabahah.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengakuan dan pengukuran pendapatan murabahah pada PT. Bank BTPN Syariah Tbk, pembiayaan murabahah terdiri dari pencatatan aset perolehan, pengakuan dan pengukuran keuntungan murabahah belum sesuai dengan penerapan PSAK 102, dan pengakuan dan pengukuran piutang tentang akuntansi murabahah dalam prakteknya untuk pembiayaan murabahahyang dilakukan oleh PT. Bank BTPN Syariah telah sesuai dengan PSAK 102 tentang akuntansi murabahah sebagai pedoman.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada PT.Bank BTPN Syariah Tbk , maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan pada pembiayaan murabahah berdasarkan PSAK 102 di PT.Pembiayaan murabahah terdiri dari pencatatan aset perolehan, pengakuan dan pengukuran keuntungan murabahah belum sesuai dengan penerapan PSAK 102.Pengakuan dan pengukuran piutang tentang akuntansi murabahah dalam prakteknya untuk pembiayaan murabahah yang dilakukan oleh PT.Bank BTPN Syariah Tbk telah sesuai dengan PSAK 102 tentang akuntansi murabahah sebagai pedoman.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan PSAK 102 memengaruhi profitabilitas pembiayaan murabahah pada bank syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan membandingkan rasio keuntungan antar bank. Selanjutnya, dapat dikaji tantangan dalam pengakuan aset murabahah, khususnya proses pencatatan aset perolehan, dan merumuskan kerangka kerja standar yang dapat meningkatkan kepatuhan terhadap PSAK 102. Selain itu, penting untuk mengevaluasi pengaruh kualitas pengungkasan informasi murabahah terhadap persepsi investor dan kinerja pasar saham, sehingga dapat memberikan rekomendasi tentang praktik pelaporan yang paling efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur akuntansi syariah, membantu regulator dalam menyempurnakan regulasi, serta memberi panduan praktis bagi institusi keuangan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang terintegrasi, studi lanjutan dapat menghasilkan temuan yang robust dan aplikatif bagi industri perbankan syariah.

Read online
File size596.71 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test