6262

International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC)International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC)

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis determinan-adopsi fintech di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, menggunakan metode Modelling Persamaan Struktural (SEM) yang kuat. Fintech, sebagai inovasi disruptif, merubah layanan keuangan tradisional dengan mengintegrasikan produk dan layanan keuangan digital, seperti e‑payments, pinjaman peer‑to‑peer, transfer, crowdfunding, dan investasi ritel. Penelitian difokuskan pada empat variabel utama: Keputusan Menggunakan Fintech (DUF) sebagai variabel dependen, dan tiga variabel independen—Kemudahan Penggunaan Platform Fintech (POE), Risiko yang Dirasakan (POR), dan Manfaat/Promosi Penjualan (BP). Data dikumpulkan melalui survei pemilik dan manajer UMKM di Kota Malang, Jawa Timur, dengan analisis SEM menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan menjadi faktor signifikan dalam pengambilan keputusan adopsi fintech, sementara persepsi risiko dan promosi manfaat tidak berpengaruh signifikan.

Keputusan adopsi fintech di UMKM Malang dipengaruhi secara signifikan oleh kemudahan penggunaan platform, yang meningkatkan kepercayaan dan efisiensi operasional.Persepsi risiko tidak menghambat adopsi karena tingkat kepercayaan tinggi terhadap regulasi dan keamanan fintech.Manfaat promosi juga tidak menjadi faktor penentu utama, menunjukkan bahwa UMKM lebih mementingkan kemudahan dan efisiensi daripada insentif tambahan.

Untuk memperluas pemahaman tentang faktor-faktor kontekstual, penelitian selanjutnya dapat meninjau peran dukungan kebijakan pemerintah sebagai variabel moderasi yang mempengaruhi hubungan antara kemudahan penggunaan dan keputusan adopsi fintech, sehingga dapat mengidentifikasi kebijakan publik yang paling efektif memacu inklusi keuangan. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengevaluasi dampak jangka panjang adopsi fintech terhadap kinerja keuangan UMKM, termasuk pengukuran profitabilitas, likuiditas, dan pertumbuhan pendapatan, sehingga dapat disusun rekomendasi untuk perbaikan layanan fintech yang lebih responsif. Akhirnya, penelitian kuantitatif kualitatif kombinasi dapat meneliti persepsi risiko umumnya melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, sehingga dapat merinci dimensi risiko spesifik yang masih menjadi hambatan bagi UMKM tertentu dan menyediakan strategi mitigasi berbasis bukti.

  1. Analysis of SMEs Consideration in Adopting New Technology Using Technology Acceptance Model | IEEE Conference... ieeexplore.ieee.org/document/10017790Analysis of SMEs Consideration in Adopting New Technology Using Technology Acceptance Model IEEE Conference ieeexplore ieee document 10017790
  2. IMPLEMENTASI PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN PADA INDUSTRI FINTECH SYARIAH | Madani | Jurnal Geuthèë:... doi.org/10.52626/jg.v4i3.121IMPLEMENTASI PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN PADA INDUSTRI FINTECH SYARIAH Madani Jurnal Geuthyy doi 10 52626 jg v4i3 121
  3. Dampak Teknologi Finansial pada Pembiayaan UKM Studi Bibliometrik Tentang Perkembangan Crowdfunding dan... sj.eastasouth-institute.com/index.php/sek/article/view/270Dampak Teknologi Finansial pada Pembiayaan UKM Studi Bibliometrik Tentang Perkembangan Crowdfunding dan sj eastasouth institute index php sek article view 270
  4. Understanding Benefit and Risk Framework of Fintech Adoption: Comparison of Early Adopters and Late Adopters.... scholarspace.manoa.hawaii.edu/handle/10125/50374Understanding Benefit and Risk Framework of Fintech Adoption Comparison of Early Adopters and Late Adopters scholarspace manoa hawaii edu handle 10125 50374
Read online
File size688.01 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test