BUMIGORABUMIGORA

Target : Jurnal Manajemen BisnisTarget : Jurnal Manajemen Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya tarik, kredibilitas, dan sikap merek terhadap niat beli konsumen. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer berupa kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita berusia 20 hingga >51 tahun yang berdomisili di Kabupaten Tangerang. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya tarik yang baik tidak meningkatkan sikap merek, tetapi daya tarik yang baik akan meningkatkan niat beli konsumen. Kredibilitas yang baik akan meningkatkan sikap merek, tetapi kredibilitas yang baik tidak meningkatkan niat beli konsumen. Kemudian, sikap merek yang baik dapat meningkatkan niat beli konsumen.

Penelitian ini menganalisis pengaruh daya tarik celebrity endorser, kredibilitas celebrity endorser, dan sikap merek terhadap niat beli konsumen.Hasil studi menunjukkan bahwa daya tarik yang baik dapat meningkatkan niat beli konsumen, meskipun tidak selalu meningkatkan sikap merek, dan kredibilitas yang baik dapat meningkatkan sikap merek, tetapi tidak selalu berdampak pada niat beli konsumen secara langsung.Namun, sikap merek yang positif terbukti efektif dalam meningkatkan niat beli konsumen.

Melihat hasil penelitian yang menarik namun terdapat beberapa hipotesis yang tidak didukung, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika persepsi konsumen. Salah satu arah studi yang menjanjikan adalah menyelidiki faktor-faktor moderasi atau mediasi yang mungkin menjelaskan mengapa daya tarik celebrity endorser tidak selalu meningkatkan sikap merek, dan mengapa kredibilitas tidak selalu secara langsung mendorong niat beli konsumen pada produk skincare. Misalnya, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi peran keterlibatan produk, tingkat kesadaran merek sebelumnya, atau bahkan tingkat skeptisisme konsumen terhadap iklan yang menggunakan selebriti. Apakah ada ambang batas tertentu di mana daya tarik atau kredibilitas menjadi lebih relevan, atau apakah ada karakteristik produk skincare tertentu yang membuat atribut endorser kurang berpengaruh? Selain itu, karena studi ini terbatas pada wanita di Kabupaten Tangerang, penelitian selanjutnya bisa memperluas cakupan demografi dan geografis. Bagaimana temuan ini berlaku untuk kelompok usia yang berbeda, pria, atau konsumen di wilayah perkotaan maupun pedesaan lainnya di Indonesia? Perbedaan budaya dan sosioekonomi mungkin memainkan peran signifikan dalam bagaimana konsumen memproses pesan dari celebrity endorser. Membandingkan persepsi konsumen lintas segmen yang lebih luas akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Terakhir, mengingat lanskap media sosial yang terus berkembang, akan sangat relevan untuk meneliti pengaruh jenis endorser lain, seperti micro-influencer atau beauty vlogger, dibandingkan dengan celebrity endorser tradisional. Bagaimana platform media sosial yang berbeda (misalnya, TikTok, YouTube, Instagram) memengaruhi efektivitas daya tarik dan kredibilitas, dan apakah konten yang dihasilkan pengguna (UGC) memiliki dampak yang lebih kuat pada niat beli dibandingkan promosi dari selebriti? Ide-ide ini akan membuka wawasan baru untuk strategi pemasaran skincare di masa depan.

  1. The Influence of Attractiveness, Credibility and Brand Attitudes towards Consumer Buying Intentions on... journal.universitasbumigora.ac.id/index.php/target/article/view/1903The Influence of Attractiveness Credibility and Brand Attitudes towards Consumer Buying Intentions on journal universitasbumigora ac index php target article view 1903
Read online
File size663.2 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test