BUMIGORABUMIGORA

Target : Jurnal Manajemen BisnisTarget : Jurnal Manajemen Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam tanggapan penonton terhadap gelaran MotoGP Mandalika 2022 terkait dengan layanan dan sistem antar jemput bus official Sirkuit Mandalika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pemilihan subjek penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu penonton MotoGP Mandalika dari Lombok dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang datang untuk menyaksikan secara langsung gelaran Sirkuit Mandalika Lombok. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Validitas data diuji menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Semua responden mengakui kekecewaan mereka terhadap penyelenggara yang tidak menjemput mereka di lokasi penjemputan di depan pintu masuk Sirkuit Mandalika seperti yang seharusnya. (2) Semua responden mengakui telah menceritakan pengalaman negatif mereka kepada kerabat, rekan kerja, dan keluarga. (3) Semua responden mengakui tidak akan menyaksikan gelaran MotoGP pada tahun 2023 di Sirkuit Mandalika, tetapi ada kemungkinan akan menonton lagi di tahun-tahun berikutnya jika melihat adanya perkembangan yang lebih baik dari sistem penyelenggaraan di Sirkuit Mandalika. (4) Sebanyak empat responden mengakui menyewa mobil pick-up yang lewat untuk mencapai lokasi parkir, sebanyak enam responden mengakui menggunakan jasa ojek dadakan dari warga lokal yang memiliki sepeda motor, dan sebanyak lima responden mengakui berjalan cukup jauh sebelum mendapatkan tumpangan dari ojek dadakan yang bermunculan di area Sirkuit Mandalika. (5) Sebanyak empat responden yang merupakan warga asli Lombok memberikan pendapatnya terkait alternatif yang dapat ditempuh panitia pada gelaran MotoGP Mandalika 2023.

Kekecewaan penonton terhadap layanan antar jemput bus official Sirkuit Mandalika menimbulkan *negative word of mouth*.Masalah utama yang menyebabkan kemacetan parah dan lumpuhnya layanan bus adalah sistem rekayasa lalu lintas yang buruk dan minimnya pintu keluar untuk kendaraan yang terparkir.Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraan, pembelajaran dari penyelenggaraan MotoGP di negara lain, perbaikan rekayasa lalu lintas, penambahan akses jalan, dan peningkatan jumlah personel keamanan untuk memastikan kelancaran gelaran MotoGP Mandalika di masa mendatang.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis secara mendalam dampak *negative word of mouth* terhadap citra Sirkuit Mandalika dan potensi penurunan jumlah penonton di masa depan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan sistem manajemen transportasi penonton pada gelaran MotoGP Mandalika dengan sistem yang diterapkan di sirkuit internasional lainnya, seperti Sepang atau Silverstone, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model sistem transportasi terintegrasi yang melibatkan berbagai moda transportasi, seperti bus, kereta api, dan ojek online, serta mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi penonton yang beragam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi konkret kepada penyelenggara untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi dan menciptakan pengalaman menonton yang lebih positif bagi para penggemar MotoGP.

  1. Sistem Antar Jemput Penonton dalam Penyelenggaraan MotoGP Mandalika (Studi Kasus pada Penonton MotoGP... doi.org/10.30812/target.v4i1.2041Sistem Antar Jemput Penonton dalam Penyelenggaraan MotoGP Mandalika Studi Kasus pada Penonton MotoGP doi 10 30812 target v4i1 2041
Read online
File size534.52 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test