AIRAAIRA

Journal Research of Economic and BussinessJournal Research of Economic and Bussiness

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keserasian belanja pada Bappeda Provinsi Aceh tahun 2017-2021 dilihat dari analisis belanja langsung dan tidak langsung dan untuk mengetahui besarnya pertumbuhan belanja pada Bappeda Provinsi Aceh tahun 2017-2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui cara dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian yaitu Kepala Bidang Keuangan Bappeda Provinsi Aceh. Objek penelitian ini adalah Kinerja Keuangan Bappeda Provinsi Aceh dengan melihat Laporan Realisasi Anggaran (LRA) selama lima tahun Anggaran dari tahun 2017-2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keserasian belanja langsung dan tidak langsung dengan periode 2017-2021 dikategorikan baik. Hal ini dikarenakan persentase keserasian langsung dari 2017-2021 lebih besar dari persentase belanja tidak langsung. Penurunan terbesar pada pengujian belanja langsung terhadap total belanja adalah pada tahun 2019 yaitu 61%. Persentase terendah pada analisis tidak langsung terhadap total belanja adalah pada tahun 2021 yaitu 34%. Pada pertumbuhan belanja dengan anggaran tahun 2017- 2021 itu positif atau negatif. Hasil analisis pada pertumbuhan belanja pada tahun 2017-2018 adalah positif sebesar 12%. Pada tahun 2018-2019 negatif sebesar -3%, pada tahun 2019-2020 adalah positif sebesar 3% dan pada tahun 2020-2021 adalah positif sebesar 1%.

Selama 2017-2021, keserasian belanja langsung terhadap total belanja menunjukkan kenaikan tertinggi 66% pada 2021 dan penurunan terbesar 61% pada 2019, sementara keserasian belanja tidak langsung mencapai puncak 41% pada 2017 dan terendah 34% pada 2021, sehingga keseluruhan keserasian belanja Bappeda Aceh tergolong baik karena proporsi belanja langsung selalu lebih besar.Analisis pertumbuhan belanja menunjukkan tren positif secara keseluruhan, dengan peningkatan pada periode 2017-2018, 2019-2020, dan 2020-2021 meskipun terdapat penurunan pada 2018-2019.Kinerja keuangan Bappeda Provinsi Aceh dinilai efisien dan menunjukkan pertumbuhan yang positif, meskipun terdapat fluktuasi tahunan.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya persentase belanja tidak langsung pada Bappeda Provinsi Aceh, dengan mengkaji peran kebijakan internal, struktur organisasi, dan kapasitas sumber daya manusia sebagai determinan utama. Analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pejabat keuangan serta studi dokumentasi dapat memberikan insight tentang hambatan administratif yang menyebabkan ketidakseimbangan belanja. Selain itu, studi komparatif yang membandingkan kinerja keuangan Bappeda di beberapa provinsi, seperti Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Jawa Barat, dapat menguji apakah pola keserasian dan pertumbuhan belanja yang ditemukan di Aceh bersifat umum atau khusus. Metode kuantitatif dengan analisis rasio keuangan dan regresi panel dapat digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antar daerah. Selanjutnya, penelitian dapat mengevaluasi dampak penerapan sistem digitalisasi anggaran atau mekanisme pengendalian biaya terhadap efisiensi dan efektivitas belanja, sehingga dapat mengidentifikasi strategi yang paling efektif dalam meningkatkan keserasian belanja. Pendekatan eksperimental dengan kelompok kontrol yang mengadopsi teknologi informasi dapat mengukur perubahan pada rasio belanja langsung dan tidak langsung. Akhirnya, hasil dari tiga arah studi tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah untuk meningkatkan akuntabilitas dan keberlanjutan keuangan Bappeda.

Read online
File size1009.12 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test