UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry

Jurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum IslamJurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam

Penelitian ini menelaah penggunaan bahasa patriarkal dalam ayat-ayat hukum keluarga Al-Quran yang meskipun berstruktur maskulin, justru memuat pesan-pesan yang berpihak pada perempuan. Penelitian ini menggunakan desain multi-metode yang menggabungkan analisis konten kritis dengan pendekatan lughawi, gender, dan hukum Islam. Data berdasarkan pada studi literatur dan wawancara mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari sudut pandang linguistik, penggunaan dhamir dalam Al-Quran merupakan strategi emansipatoris bukan untuk melanggengkan dominasi patriarki. Dengan menyapa laki-laki yang secara historis memegang otoritas sosial dan budaya, Al-Quran mendidik mereka agar sadar akan ketidakadilan dan berperan sebagai agen perubahan, sembari mendorong perempuan untuk menyadari serta memperjuangkan hak-haknya. Dari perspektif gender, ditemukan dua ciri utama: pertama, dominasi penggunaan kata ganti laki-laki (ḍamīr muzakkar) yang menempatkan laki-laki sebagai mitra tutur utama, dan kedua, adanya beberapa hak istimewa yang dinisbahkan kepada laki-laki. Selain itu, penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pedagogi pembelajaran bahasa Arab. Pengajaran ayat-ayat Al-Quran perlu dilandasi pendekatan kontekstual dan sensitif gender sehingga peserta didik tidak hanya menguasai aspek kebahasaan, tetapi juga mampu membaca dimensi sosial-kultural yang melekat pada teks.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bahasa patriarkal dalam ayat-ayat hukum keluarga Al-Quran bukanlah dukungan terhadap ideologi patriarki, melainkan bagian penting dari strategi untuk menghapuskan sisa-sisa atau pengaruh patriarki dalam pernikahan, perceraian, dan warisan, yang sering menempatkan ketidakadilan gender terhadap perempuan.Ayat-ayat Al-Quran, secara umum, dan ayat-ayat hukum keluarga adalah ucapan dari Yang Paling Adil, bebas dari afiliasi budaya, tradisi, dan ideologi.Oleh karena itu, tidak mungkin mengandung bias terhadap kelompok tertentu.Bias gender tidak layak ditujukan kepada Al-Quran.Bias gender hanya mungkin terjadi pada tingkat interpretasi di mana kebenaran bersifat relatif.Hubungan paradoks antara redaksi ayat-ayat hukum keluarga dan isi yang mereka bawa adalah pelajaran untuk membangun masyarakat yang bebas dari penindasan.Prinsip ini harus diadopsi oleh individu, NGO, dan pemerintah untuk melaksanakan program dan kegiatan pemberdayaan.Selain itu, temuan penelitian ini memiliki implikasi kuat untuk metode pengajaran bahasa Arab.Penggunaan ayat-ayat Al-Quran dalam pengajaran harus disertai dengan pendekatan kontekstual dan sensitif gender, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh kompetensi linguistik, tetapi juga terlibat dalam dimensi sosial-kultural teks.Pendidik didorong untuk mengadopsi strategi komunikatif dan berorientasi wacana yang membimbing pembelajar dalam menganalisis kosakata, bahasa figuratif, dan fitur pragmatis bahasa Arab yang dapat mempertahankan atau menantang gagasan patriarki.Praktik seperti itu meningkatkan baik keterampilan bahasa dan literasi kritis, membekali siswa untuk menafsirkan Al-Quran dengan menekankan keadilan dan kesetaraan.Akibatnya, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya menjadi proses menguasai tata bahasa dan kosakata, tetapi juga ruang transformasi di mana kesadaran etis dan tanggung jawab sosial dibudayakan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang bagaimana strategi linguistik patriarkal dalam Al-Quran dapat digunakan untuk mempromosikan keadilan gender dan hak-hak perempuan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana ayat-ayat tersebut dapat ditafsirkan secara berbeda oleh berbagai kelompok, termasuk kelompok-kelompok yang lebih progresif dan feminis. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana strategi linguistik patriarkal ini dapat diterapkan dalam konteks-konteks budaya dan sosial yang berbeda, dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi pemahaman dan penerapan hukum keluarga dalam masyarakat. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana strategi linguistik patriarkal ini dapat digunakan untuk melawan dan mengubah ideologi patriarki yang masih ada dalam masyarakat modern. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana ayat-ayat tersebut dapat digunakan untuk menantang dan mengubah pandangan dan praktik yang diskriminatif terhadap perempuan.

  1. Fasakh Nikah is Talak Khulu ' in the Perceptive of Muqaranah Mazahib Fil Al-Fiqh and Maqashid Syari'ah... doi.org/10.23971/maslahah.v10i1.1421Fasakh Nikah is Talak Khulu in the Perceptive of Muqaranah Mazahib Fil Al Fiqh and Maqashid Syariah doi 10 23971 maslahah v10i1 1421
  2. VARIATION AND CHANGE IN ARABIC URBAN VERNACULARS in: Approaches to Arabic Dialects. variation change... doi.org/10.1163/9789047402480_014VARIATION AND CHANGE IN ARABIC URBAN VERNACULARS in Approaches to Arabic Dialects variation change doi 10 1163 9789047402480 014
  3. 0. loading read.dukeupress.edu/jmews/article/2/2/86/42925/The-Feminization-of-Public-Space-Women-s-Activism0 loading read dukeupress edu jmews article 2 2 86 42925 The Feminization of Public Space Women s Activism
Read online
File size412.73 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test