UNMAUNMA

Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio KeagamaanKaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan

Pendidikan Islam tidaklah berorientasi pada pembentukan dan pengembangan aspek pengetahuan manusia saja, namun ia juga pembentukan dan pengembangan aspek ruhani yang berlandaskan nilai-nilai keislaman sehingga dengan proses pendidikan Islam tersebut dapat melahirkan manusia yang memiliki karakter berakhlak mulia. Untuk itulah dalam konteks teologi harus terdapat keseimbangan antara dzikir (spiritual) dan fikir (Intelektual) dalam proses Pendidikan Islam. Untuk itu tulisan ini ditujukan untuk menganalisis terkait dengan . Penelitian ini mempergunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa, manusia yang mampu ber-tadzakur dan ber-tafakur maka ia akan sampai kepada tingkatan yang mampu memahami dan menghayati hikmah dibalik fenomena di alam raya ini adalah merupakan bentuk dari kekuasaan Allah. Agar tujuan tersebut dapat dicapai maka antar dzikir dan fikir harus dijaga keseimbangannya. Dalam menjaga keseimbangan antara fikir dan dzikir, maka materi dalam pendidikan Islam harus mengandung unsur pendidikan akal, pendidikan jasmani dan pendidikan hati.

Konsep dzikir dan fikir menuntun manusia mengembangkan potensi akal, jasmani, dan rohani yang diberikan Allah.Ketika manusia mampu ber‑tadzakur dan ber‑tafakur, ia dapat memahami hikmah di balik fenomena alam sebagai manifestasi kekuasaan Allah, sehingga keseimbangan antara dzikir dan fikir menjadi penting.Oleh karena itu, materi pendidikan Islam harus mencakup unsur pendidikan akal, jasmani, dan hati untuk menjaga keseimbangan tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat menguji dampak integrasi dzikir dan fikir dalam kurikulum terhadap perkembangan karakter siswa melalui desain eksperimental yang membandingkan kelompok yang menerima intervensi dengan kelompok kontrol. Selain itu, kajian kualitatif tentang persepsi guru terhadap keseimbangan antara dzikir dan fikir di kelas dapat memberikan wawasan tentang tantangan praktis dan strategi implementasi yang efektif. Selanjutnya, pengembangan model pembelajaran yang menggabungkan kegiatan spiritual dan intelektual, kemudian diujicobakan pada siswa sekolah menengah untuk menilai peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kesejahteraan spiritual, akan memperkaya literatur pendidikan Islam yang berorientasi holistik.

Read online
File size268.32 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test