UMBARRUUMBARRU

JELITAJELITA

Penelitian ini menyelidiki seberapa erat organ tubuh indera mata terkait dengan kata kerja persepsi melihat dalam peribahasa Persia yang berkaitan dengan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis kuantitatif dan kualitatif dari peribahasa Persia dan padanannya dalam bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan teori metafora konseptual yang diusulkan oleh Lakoff dan Johnson. Data dikumpulkan dari Kamus Peribahasa Persia dan dianalisis untuk menentukan frekuensi, fungsi perbuatan tutur, dan kerangka dalam peribahasa tersebut. Analisis data mengungkapkan bahwa peribahasa Persia lebih sering menggunakan kerangka gain-framing dan loss-framing daripada avoidance-framing. Sebagian besar peribahasa Persia berfungsi sebagai pernyataan dan keluhan daripada nasihat atau peringatan. Hasil menunjukkan bahwa peribahasa yang melibatkan mata dan melihat, melebihi yang terkait dengan mata dan buta, dan frekuensi kata kerja persepsi melihat lebih banyak daripada organ tubuh indera mata. Akhirnya, meskipun ada variasi dalam penggunaan kata-kata yang berbeda yang digunakan dengan mata atau melihat dalam satu peribahasa, penelitian ini menyimpulkan bahwa mata lebih sering digunakan dengan kata kerjanya yaitu melihat. Namun, kata kerja persepsi melihat tidak pernah digunakan dengan buta, tetapi mata sering digunakan dengan buta.

Embodiment dalam penelitian linguistik tentang peribahasa, khususnya yang melibatkan konsep mata dan melihat, menunjukkan hubungan yang rumit antara pengalaman tubuh, fondasi budaya, dan ekspresi bahasa.Penelitian ini berfokus pada pentingnya mempertimbangkan elemen visual dan persepsi dalam memahami embodiment dalam bahasa peribahasa, yang membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut di persimpangan embodiment, peribahasa, dan metafora visual.Meskipun terdapat variasi dalam kata-kata yang terkait dengan konsep penglihatan dalam berbagai peribahasa, penelitian ini akhirnya membuktikan bahwa istilah mata secara dominan terkait dengan kata kerja persepsi melihat.Sebaliknya, dalam sumber data yang digunakan, kata kerja melihat tidak pernah muncul bersama dengan buta, sedangkan mata sering berpasangan dengan buta.Pada akhirnya, penting untuk ditekankan bahwa hasil penelitian ini dapat lebih andal jika dianalisis menggunakan kamus peribahasa Persia lainnya untuk organ tubuh indera mata dan kata kerja persepsi melihat.Penelitian masa depan dapat diungkap dengan berfokus pada elemen yang lebih menonjol.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peribahasa Persia yang melibatkan organ tubuh indera lainnya, seperti hidung atau telinga, dan bagaimana mereka terkait dengan kata kerja persepsi yang sesuai. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana peribahasa Persia yang melibatkan mata dan melihat dapat digunakan dalam konteks budaya yang berbeda, dan apakah ada variasi dalam interpretasi dan penggunaan mereka di berbagai budaya. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki bagaimana peribahasa Persia yang melibatkan mata dan melihat dapat digunakan dalam pendidikan bahasa, khususnya dalam mengajar bahasa Persia kepada penutur bahasa asing. Dengan memahami peribahasa Persia yang berkaitan dengan organ tubuh indera dan kata kerja persepsi, para guru bahasa dapat mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif dan menarik.

  1. Chapter 7 Metonymic Extensions of the Body Part ‘Head’... brill.com/view/book/edcoll/9789004392410/BP000008.xmlChapter 7 Metonymic Extensions of the Body Part yEAyCAAyCAoHeadyEAyCAAyCAo brill view book edcoll 9789004392410 BP000008 xml
Read online
File size284.84 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test