UMJAMBIUMJAMBI
Jurnal DevelopmentJurnal DevelopmentPesatnya perkembangan teknologi memberikan manfaat yang besar dalam berbagai aspek kehidupan. Melalui penguasaan teknologi efisiensi dan efektivitas akan dapat tercapai sehingga dapat menyederhanakan berbagai hal menjadi lebih praktis, efisien, efektif dalam berbagai aspek kehidupan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan daya saing. Namun besarnya manfaat yang diterima dari adanya teknologi tergantung pada seberapa besar kemampuan kita dalam mengadopsi dan menggunakannya. Oleh karena itu penting untuk dilakukan penelitian terkait bagaimana kesiapan dan optimisme pelaku UMKM dalam mengadopsi dan mengunakan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan: pertama menganalisis kondisi sosial ekonomi pelaku UMKM; kedua menganalisis faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi digital yang meliputi kesiapan, persepsi dan optimisme para pelaku UMKM dan ketiga menganalisis strategi kebijakan dalam meningkatkan literasi digital pelaku UMKM di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang bersifat ekploratif dengan objek penelitian adalah pelaku UMKM di Kota Jambi sebanyak 450 responden yang tersebar pada 11 kecamatan dan dibagi secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi tehnik purposive sampling dan dengan pendekatan random sampling. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Dimana data primer diperoleh melalui kuisioner, wawancara dan dokumentasi yang bersifat eksplorasi. Untuk menjawab masalah pertama yaitu menganalisis kondisi sosial ekonomi pelaku UMKM di Kota Jambi dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan statistik. Selanjutnya untuk menjawab masalah kedua yaitu menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi persepsi dan optimisme penggunaan teknologi digital dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) dan untuk masalah ketiga yaitu strategi kebijakan dalam meningkatkan literasi digital pelaku UMKM di Kota Jambi dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT.
Studi ini mengeksplorasi hubungan antara optimisme, inovasi, dan rasa tidak aman sebagai dimensi kesiapan teknologi dengan persepsi kebermanfaatan teknologi informasi pada UMKM, menemukan bahwa ketiga dimensi tersebut berpengaruh positif, sementara ketidaknyamanan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Penelitian ini memiliki keterbatasan karena menggunakan survei kuesioner pada satu waktu dan cakupan sampel terbatas pada UMKM di Yogyakarta, menghambat generalisasi temuan.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan mempertimbangkan metode lain, memperluas cakupan sampel, dan memasukkan faktor eksternal seperti dukungan pemerintah atau tekanan kompetitor untuk analisis kesiapan teknologi yang lebih komprehensif.
Mengingat keterbatasan dan temuan studi ini, khususnya hubungan positif rasa tidak aman dengan kebermanfaatan teknologi serta inkonsistensi lokasi sampel dalam kesimpulan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, perlu investigasi mendalam mengenai bagaimana dukungan pemerintah dan tekanan kompetitor secara spesifik memoderasi hubungan antara rasa tidak aman terhadap teknologi dengan persepsi kebermanfaatan teknologi digital pada UMKM di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan tingkat literasi yang bervariasi. Penelitian kualitatif, seperti wawancara mendalam, dapat mengungkap mekanisme psikologis dan situasional yang membuat UMKM tetap merasa teknologi bermanfaat meskipun ada risiko. Kedua, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program bimbingan, pelatihan, dan penyuluhan (BPP) yang berfokus pada pemasaran digital, khususnya dalam meningkatkan adopsi dan keberlanjutan penggunaan teknologi digital oleh UMKM di Kota Jambi dan wilayah lain. Ini penting untuk melacak perubahan persepsi, kesiapan, dan perilaku adopsi UMKM seiring waktu. Ketiga, penelitian komparatif diperlukan untuk memahami bagaimana perbedaan karakteristik sosio-ekonomi UMKM, seperti tingkat pendidikan pemilik, jenis usaha, skala pendapatan, dan akses modal, memengaruhi kesiapan dan optimisme mereka dalam mengadopsi teknologi digital. Studi ini dapat mengidentifikasi kebutuhan spesifik dan tantangan unik yang mungkin memerlukan pendekatan digitalisasi yang berbeda, sekaligus mengeksplorasi peran lokasi geografis (perkotaan vs. pedesaan) dalam adopsi teknologi terkait infrastruktur digital yang tidak merata.
| File size | 512.56 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
UNRAMUNRAM Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan praktis dan berbasis pendampingan efektif dalam meningkatkan kapasitas keuangan pelaku UMKM. Kegiatan PengabdianKegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan praktis dan berbasis pendampingan efektif dalam meningkatkan kapasitas keuangan pelaku UMKM. Kegiatan Pengabdian
UHBUHB Kegiatan ini diawali dengan koordinasi yang intensif antara pihak RRI Pro 1 Tarakan dan narasumber dari Politeknik Bisnis Kaltara. Tahapan selanjutnyaKegiatan ini diawali dengan koordinasi yang intensif antara pihak RRI Pro 1 Tarakan dan narasumber dari Politeknik Bisnis Kaltara. Tahapan selanjutnya
UPHUPH Tujuan program ini: 1)Meningkatkan jumlah kapasitas, kualitas, dan higienitas produk; 2)Meningkatkan omzet produk; 3)Meningkatkan manajemen pengelolaanTujuan program ini: 1)Meningkatkan jumlah kapasitas, kualitas, dan higienitas produk; 2)Meningkatkan omzet produk; 3)Meningkatkan manajemen pengelolaan
UPHUPH Pihak penyelenggara kelas kuliner akan menyediakan resep sebanyak 1 copy per kelompok, bahan makanan, sertifikat, dan souvenir untuk para murid. PengabdianPihak penyelenggara kelas kuliner akan menyediakan resep sebanyak 1 copy per kelompok, bahan makanan, sertifikat, dan souvenir untuk para murid. Pengabdian
UMJAMBIUMJAMBI Perempuan memegang peranan yang sangat penting dalam pengelolaan usaha kecil dan menengah. Namun, sebagai efek samping dari budaya patriarki, peran perempuanPerempuan memegang peranan yang sangat penting dalam pengelolaan usaha kecil dan menengah. Namun, sebagai efek samping dari budaya patriarki, peran perempuan
AKPERAKPER Kesiapsiagaan kalau kita merupakan unsur penting dalam kegiatan pra pencegahan. Modal sosial yang mempunyai sifat organisasi sosial contohnya norma, jaringanKesiapsiagaan kalau kita merupakan unsur penting dalam kegiatan pra pencegahan. Modal sosial yang mempunyai sifat organisasi sosial contohnya norma, jaringan
UMJAMBIUMJAMBI Sampel penelitian mencakup 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, dipilih melalui metode random sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder dari BadanSampel penelitian mencakup 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, dipilih melalui metode random sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara self-efficacy dan perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha UMKM di Salatiga. HipotesisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara self-efficacy dan perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha UMKM di Salatiga. Hipotesis
Useful /
UNZAHUNZAH Berdasarkan temuan, mahasiswa non‑English yang mengikuti Program Bahasa Asing menunjukkan keinginan kuat untuk memahami dan menguasai bahasa InggrisBerdasarkan temuan, mahasiswa non‑English yang mengikuti Program Bahasa Asing menunjukkan keinginan kuat untuk memahami dan menguasai bahasa Inggris
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dengan evaluasi dan interpretasi data melalui perhitungan statistik untuk menarik kesimpulan. HasilPenelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dengan evaluasi dan interpretasi data melalui perhitungan statistik untuk menarik kesimpulan. Hasil
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Program pelatihan literasi digital Islam dapat menjadi solusi untuk melawan hoaks, disinformasi, dan penyalahgunaan media sosial. Akademisi dan penelitiProgram pelatihan literasi digital Islam dapat menjadi solusi untuk melawan hoaks, disinformasi, dan penyalahgunaan media sosial. Akademisi dan peneliti
UMSBUMSB Oleh karena itu, pesantren perlu meninjau ulang kurikulum Bahasa Arab untuk menyelaraskan konten dan tujuan institusionalnya dengan standar kemahiran BahasaOleh karena itu, pesantren perlu meninjau ulang kurikulum Bahasa Arab untuk menyelaraskan konten dan tujuan institusionalnya dengan standar kemahiran Bahasa