TSBTSB

JURNAL PENDIDIKAN BAHASAJURNAL PENDIDIKAN BAHASA

Penelitian ini menganalisis penggunaan deiksis dalam kesaksian Mark Zuckerberg di Kongres Amerika Serikat, dengan fokus pada bagaimana ekspresi deiktik berkontribusi terhadap makna, posisi, dan hubungan antara pembicara dan pendengar dalam diskursus politik. Deiksis, konsep sentral dalam pragmatik, merujuk pada kata dan frasa seperti kata ganti, ungkapan temporal, dan indikator spasial yang membutuhkan informasi konteks untuk interpretasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data primer penelitian ini terdiri dari rekaman video sidang kongres Mark Zuckerberg di saluran YouTube. Ucapan Mark Zuckerberg dan Senator menjadi objek penelitian yang akan diteliti. Temuan menunjukkan bahwa penanda deiksis yang digunakan selama kesaksian di Kongres dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu deiksis personal, temporal, dan spasial. Zuckerberg dan Senator dengan terampil menggunakan deiksis untuk membangun citra akuntabilitas, kolaborasi, dan rasa hormat, sambil secara halus memindahkan tanggung jawab melalui penggunaan kata ganti yang strategis. Dengan memeriksa bagaimana deiksis berfungsi dalam kesaksian Zuckerberg, penelitian ini berkontribusi pada wawasan yang lebih luas dalam linguistik politik, analisis wacana, dan pragmatik.

Analisis deiksis dalam kesaksian Mark Zuckerberg di Kongres mengungkapkan bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat yang kuat dalam membentuk makna, membangun identitas, dan mengelola akuntabilitas dalam diskursus publik yang penting.Melalui penggunaan deiksis personal seperti “saya, “kami, dan “Anda, Zuckerberg secara strategis memosisikan dirinya dalam hubungannya dengan perusahaannya, pemerintah, dan pihak ketiga, baik dengan mengambil tanggung jawab atau menjauhkan diri dari kesalahan.Deiksis temporal seperti “masa lalu dan “10 tahun memungkinkan dia untuk mengkontekstualisasikan tindakan Meta dalam narasi kemajuan dan reformasi, sering kali menekankan solusi daripada berkutat pada kesalahan masa lalu.Deiksis spasial membantu memperkuat dimensi global dan nasional dari operasi Meta, menarik baik audiens domestik maupun internasional.Secara keseluruhan, ekspresi deiktik dalam kesaksiannya bukan acak tetapi perangkat retorika yang dipilih dengan cermat yang digunakan untuk mempengaruhi persepsi, meredam kritik, dan membangun kepercayaan.Analisis ini menekankan pentingnya deiksis dalam memahami bagaimana bahasa beroperasi dalam komunikasi politik dan korporasi, menyoroti perannya dalam membentuk narasi publik dan hubungan kekuasaan di lingkungan institusional.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif deiksis dalam kesaksian Zuckerberg dengan kesaksian tokoh korporasi lainnya di Kongres Amerika Serikat. Hal ini akan memungkinkan perbandingan strategi retorika dan penggunaan deiksis dalam konteks yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan menganalisis bagaimana deiksis digunakan dalam komunikasi korporasi secara umum, termasuk dalam iklan, pernyataan resmi, dan interaksi dengan pelanggan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran deiksis dalam membentuk citra korporasi dan mengelola hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.

  1. Deixis Analysis in Mark Zuckerberg’s Testimony in the United States Congress | JURNAL PENDIDIKAN... ejournal.tsb.ac.id/index.php/jpb/article/view/3108Deixis Analysis in Mark ZuckerbergAos Testimony in the United States Congress JURNAL PENDIDIKAN ejournal tsb ac index php jpb article view 3108
Read online
File size171.55 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test