STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA

JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaJELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta

Fenomena layanan streaming populer seperti Netflix menjadikan kualitas terjemahan pada subtitle film menjadi sangat penting, sehingga subtitle kini menjadi bagian integral dari penyajian film. Film animasi Puss in Boots: The Last Wish yang diproduksi oleh DreamWorks Animation dibuat berbahasa Inggris, namun di dalam dialognya terdapat banyak kata Bahasa Spanyol; kombinasi Bahasa Inggris dan Spanyol tersebut menimbulkan elemen budaya Spanyol yang kuat. Karena film ini ditayangkan di berbagai negara, penerjemah film dihadapkan pada tantangan menerjemahkan semua kata budaya. Penilaian Kualitas Terjemahan (Translation Quality Assessment) pada aspek acceptability digunakan untuk menilai kualitas terjemahan, mengingat tidak semua penonton memahami budaya atau bahasa Spanyol. Hasil penilaian menunjukkan tingkat acceptability yang cukup baik dengan rata‑rata 83,3 %. Namun, banyak kata budaya yang tidak diterjemahkan, yang menjadi catatan penting bagi penerjemah karena pengabaian detil kecil dapat mengurangi pengalaman menonton.

Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penonton memberikan respons positif terhadap terjemahan kata budaya dalam film Puss in Boots.The Last Wish, menandakan efektivitas pendekatan yang digunakan dalam menyampaikan makna dan elemen budaya.Namun, proses terjemahan masih sangat bergantung pada strategi tunggal berupa penggunaan loanword atau loanword dengan penjelasan, serta terdapat sejumlah kata budaya yang tidak diterjemahkan, yang berpotensi mengurangi pemahaman dan keterlibatan penonton.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terjemahan yang lebih komprehensif dengan variasi strategi untuk memastikan seluruh elemen budaya tersampaikan secara akurat kepada audiens yang beragam.

Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh penggunaan beragam strategi terjemahan—seperti loanword, naturalisasi, dan substitusi budaya—terhadap tingkat acceptability dan pemahaman penonton Indonesia dengan latar belakang linguistik yang berbeda, sehingga menghasilkan rekomendasi strategi yang paling efektif. Selanjutnya, studi dapat meneliti peran pemberian informasi kontekstual tambahan, misalnya catatan kaki atau anotasi visual pada subtitle, dalam meningkatkan pemahaman kata budaya yang belum diterjemahkan, serta mengukur dampaknya terhadap kepuasan penonton. Akhirnya, pengembangan sistem subtitle adaptif yang secara dinamis memilih strategi terjemahan berdasarkan profil bahasa dan tingkat familiaritas budaya penonton dapat diuji secara eksperimental untuk menilai sejauh mana fleksibilitas ini meningkatkan kualitas pengalaman menonton film multikultural.

  1. Retaining the Readability of Cultural Words Translation: The Case of Indonesian Subtitles in Breadwinner... journal.uinjkt.ac.id/index.php/mel/article/view/28539Retaining the Readability of Cultural Words Translation The Case of Indonesian Subtitles in Breadwinner journal uinjkt ac index php mel article view 28539
Read online
File size350.65 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test