STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA

JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaJELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta

Dalam masyarakat patriarki, stereotip tradisional sering membatasi peran perempuan dengan menempatkan mereka sebagai sosok lemah, emosional, dan bergantung pada laki‑laki. Stereotip semacam itu memengaruhi kehidupan sehari‑hari serta representasi media, termasuk film. Penelitian ini menganalisis bagaimana nilai‑nilai feminis yang berhubungan dengan diskriminasi gender ditampilkan dalam film aksi Gunpowder Milkshake. Film dipilih karena memberikan perspektif unik tentang dinamika gender dalam genre yang didominasi laki‑laki. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian memfokuskan pada lima bentuk diskriminasi gender: marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban. Analisis menunjukkan bahwa Gunpowder Milkshake menampilkan karakter perempuan yang kuat dan independen, yang menantang stereotip tradisional serta melawan penindasan. Film menggambarkan perjuangan perempuan untuk mendapatkan pengakuan dalam dunia yang didominasi laki‑laki (marginalisasi), kontrol serta peran yang dipaksakan (subordinasi), serta cara mereka melanggar stereotip gender. Kekerasan juga digunakan untuk menyoroti dinamika kekuasaan, sementara beban emosional protagonis Sam dieksplorasi secara mendalam. Kesimpulannya, temuan penelitian mengidentifikasi dan menganalisis beragam tema gender yang hadir dalam film ini, khususnya yang berkaitan dengan marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban yang dihadapi karakter perempuan.

Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis tema‑tema gender dalam film Gunpowder Milkshake, khususnya marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban emosional yang dialami karakter perempuan.Film tersebut menunjukkan bahwa meskipun perempuan berada dalam lingkungan dominasi laki‑laki, mereka menantang stereotip melalui karakter kuat yang melawan kontrol patriarkal, menggunakan kekerasan sebagai refleksi dinamika kekuasaan, serta menanggung beban emosional yang kompleks.Secara keseluruhan, film ini menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan dalam masyarakat patriarkal serta cara mereka mengatasi dan melawan penindasan tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas analisis dengan membandingkan representasi feminis dalam beberapa film aksi lain untuk menguji apakah pola yang ditemukan pada Gunpowder Milkshake bersifat universal atau khusus pada film tersebut; selanjutnya, studi empiris mengenai persepsi penonton terhadap tema‑tema feminis dalam film ini dapat memberikan wawasan tentang dampak kognitif dan emosionalnya, misalnya dengan menggunakan survei atau wawancara mendalam pada beragam kelompok usia; terakhir, penelitian longitudinal yang menelusuri perubahan sikap gender masyarakat setelah paparan film aksi berpendidikan feminis seperti Gunpowder Milkshake dapat mengungkap sejauh mana media visual berkontribusi pada transformasi norma gender dalam jangka panjang.

Read online
File size412.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test