MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE
Warisan: Journal of History and Cultural HeritageWarisan: Journal of History and Cultural HeritageBias gender sering muncul dari distribusi peran yang tidak setara antara wanita dan pria, termasuk dalam masyarakat yang secara normatif dianggap inklusif terhadap gender. Komunitas Minangkabau, dikenal luas dengan sistem keturunan matrilinealnya, sering diasumsikan memprioritaskan wanita; namun, kenyataan empiris menunjukkan adanya ketidakseimbangan gender yang bertahan dalam kekuasaan dan otoritas. Studi ini mengeksplorasi bagaimana bias gender muncul dalam struktur adat Minangkabau, khususnya terkait peran sosial, otoritas, dan partisipasi politik. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan etnometodologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis kritis literatur relevan. Hasilnya menunjukkan tiga pola dominan bias gender: wanita memiliki otoritas atas garis keturunan dan warisan tetapi tetap diasingkan dari kekuasaan politik formal; wanita, secara simbolis dihormati sebagai Bundo Kanduang dan penjaga Rumah Gadang, memiliki otoritas substansial yang terbatas; dan struktur peran ganda dalam kehidupan rumah tangga tetap berlangsung, memperkuat harapan gender yang tidak setara. Studi ini berargumen bahwa sistem matrilineal tidak otomatis menjamin kesetaraan gender dan menekankan kebutuhan untuk keterlibatan kritis terhadap sistem adat guna mendorong partisipasi wanita yang substansial, bukan hanya simbolis, dalam ruang sosial-politik.
Artikel ini berargumen bahwa sistem keturunan matrilineal Minangkabau tidak secara otomatis menghilangkan bias gender dalam praktik sosial sehari-hari dan pola distribusi kekuasaan.Temuan menunjukkan paradoks struktural di mana wanita secara simbolis dianggap sebagai penjaga keturunan dan warisan, sementara keputusan strategis dan otoritas sosial tetap didominasi oleh pria, khususnya mamak sebagai pemimpin keluarga dan elite tradisional.Dalam konfigurasi ini, otoritas wanita terbatas pada domain simbolis dan budaya, bukan kekuasaan institusional.Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem matrilineal beroperasi utamanya sebagai sistem pewarisan dan penanda identitas budaya.Namun, hal ini tidak berfungsi sebagai mekanisme efektif untuk menghancurkan relasi patriarki yang tertanam dalam struktur pemerintahan adat.Secara teoretis, studi ini berkontribusi pada studi gender dan antropologi dengan menantang interpretasi sederhana sistem matrilineal sebagai intrinsik egaliter.Analisis menunjukkan bahwa bias gender dapat bertahan melalui legitimasi adat, alokasi peran simbolis, dan internalisasi nilai sosial yang menetapkan tanggung jawab domestik dan budaya pada wanita tanpa otoritas struktural yang setara.Temuan ini menantang asumsi normatif yang sering meromantisasi matrilineal sebagai antitesis patriarki.Namun, studi ini memiliki keterbatasan karena cakupan empirisnya terbatas pada konteks sosial tertentu.Analisis perbandingan lintas wilayah, generasi, dan komunitas Minangkabau yang beragam masih terbatas.Selain itu, perspektif subjektif wanita dapat diperkaya melalui partisipasi etnografi yang lebih intensif dan berkelanjutan.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan peran gender antara masyarakat Minangkabau perkotaan dan pedesaan, terutama dalam konteks modernisasi dan urbanisasi. Peneliti juga bisa mempelajari dampak pendidikan formal terhadap perubahan peran gender, terutama dalam meningkatkan partisipasi wanita dalam bidang politik dan ekonomi. Selain itu, studi komparatif dengan masyarakat matrilineal lainnya, seperti di Asia Tenggara atau Afrika, dapat memberikan wawasan baru tentang mekanisme pengakuan gender yang berbeda. Penelitian juga bisa fokus pada dinamika hubungan antara agama dan norma adat dalam memperkuat atau melemahkan bias gender. Selain itu, penting untuk mengevaluasi bagaimana perubahan generasi muda, seperti penggunaan media sosial, memengaruhi persepsi dan praktik gender dalam masyarakat Minangkabau. Penelitian tentang kebijakan pemerintah daerah dalam mempromosikan kesetaraan gender dalam sistem adat juga relevan. Terakhir, studi tentang partisipasi wanita dalam pengambilan keputusan adat di tingkat lokal dapat memberikan dasar untuk reformasi struktural yang lebih inklusif.
| File size | 300.13 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMAUNIMA Pesan moral yang dapat diambil dari novel ini adalah dalam hubungan kita tidak boleh berpikir negatif terhadap pasangan kita, karena pikiran negatif dapatPesan moral yang dapat diambil dari novel ini adalah dalam hubungan kita tidak boleh berpikir negatif terhadap pasangan kita, karena pikiran negatif dapat
UM SURABAYAUM SURABAYA Alasan yang mendasari bromance adalah kesamaan kepentingan dan pemahaman sebagai sesama laki-laki. Manifestasi sikap mendengarkan, memahami, membantu,Alasan yang mendasari bromance adalah kesamaan kepentingan dan pemahaman sebagai sesama laki-laki. Manifestasi sikap mendengarkan, memahami, membantu,
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Perencanaan strategis dan manajemen konflik penting untuk mengatasi tantangan, dan program dukungan yang disesuaikan diperlukan untuk meningkatkan keterampilanPerencanaan strategis dan manajemen konflik penting untuk mengatasi tantangan, dan program dukungan yang disesuaikan diperlukan untuk meningkatkan keterampilan
AREAIAREAI Keberhasilan Polwan dalam menjalankan dua peran tersebut tidak hanya menunjukkan kompetensi profesional mereka, tetapi juga mencerminkan ketangguhan perempuanKeberhasilan Polwan dalam menjalankan dua peran tersebut tidak hanya menunjukkan kompetensi profesional mereka, tetapi juga mencerminkan ketangguhan perempuan
UMNUMN Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun madrasah secara formal mendukung kesetaraan pendidikan, terdapat hambatan-hambatan terselubung yang memengaruhiHasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun madrasah secara formal mendukung kesetaraan pendidikan, terdapat hambatan-hambatan terselubung yang memengaruhi
UMPRUMPR Meskipun masih ada minimnya representasi perempuan dalam posisi strategis, kesempatan untuk keterlibatan mereka semakin terbuka. Tujuan penelitian iniMeskipun masih ada minimnya representasi perempuan dalam posisi strategis, kesempatan untuk keterlibatan mereka semakin terbuka. Tujuan penelitian ini
UNAIUNAI Metode penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi hermeneutik melalui wawancara mendalam dengan peserta yang dipilih secara sengaja. Temuan menunjukkanMetode penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi hermeneutik melalui wawancara mendalam dengan peserta yang dipilih secara sengaja. Temuan menunjukkan
CASSRCASSR Dalam tiga dekade terakhir, perempuan menjadi mayoritas mahasiswa di pendidikan tinggi Indonesia. Namun, cerita yang berbeda terjadi ketika berbicara tentangDalam tiga dekade terakhir, perempuan menjadi mayoritas mahasiswa di pendidikan tinggi Indonesia. Namun, cerita yang berbeda terjadi ketika berbicara tentang
Useful /
UNAIUNAI Pengukuran gejala depresi menggunakan CESD‑R, sedangkan persepsi dukungan orang tua diukur dengan Perception of Parental Reciprocity Scale. AnalisisPengukuran gejala depresi menggunakan CESD‑R, sedangkan persepsi dukungan orang tua diukur dengan Perception of Parental Reciprocity Scale. Analisis
OJSOJS Faktor penyebab alih kode meliputi penyesuaian latar belakang bahasa, kehadiran pihak ketiga, serta perubahan topik percakapan. Penelitian ini menyimpulkanFaktor penyebab alih kode meliputi penyesuaian latar belakang bahasa, kehadiran pihak ketiga, serta perubahan topik percakapan. Penelitian ini menyimpulkan
UMSUMS Perhatian yang semakin besar telah diberikan pada studi multi-hazard dalam disiplin bencana lingkungan selama dekade terakhir. Studi multi-hazard menitikberatkanPerhatian yang semakin besar telah diberikan pada studi multi-hazard dalam disiplin bencana lingkungan selama dekade terakhir. Studi multi-hazard menitikberatkan
UNTAG SMDUNTAG SMD Barutama Samarinda. Dua hal yang diteliti adalah kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Penelitian dilakukan pada 85 karyawan CV. Barutama Samarinda denganBarutama Samarinda. Dua hal yang diteliti adalah kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Penelitian dilakukan pada 85 karyawan CV. Barutama Samarinda dengan