STTABSTTAB

MAN_RAFMAN_RAF

Dyothelitisme adalah doktrin yang menegaskan bahwa Kristus memiliki dua kehendak ilahi dan manusiawi yang sejak awal memicu perdebatan teologis hingga diteguhkan sebagai ajaran ortodoks oleh Konsili Konstantinopel III (681 M). Artikel ini menganalisis pandangan John Calvin mengenai dyothelitisme, terutama bagaimana ia menafsirkan dan mengintegrasikan kedua kehendak Kristus dalam kerangka Kristologi yang dibangunnya, serta menyoroti relevansinya bagi gereja masa kini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-teologis, merujuk pada karya Calvin terutama Institutio Christianae Religionis. Hasil analisis menunjukkan bahwa bagi Calvin, dualitas kehendak Kristus tidak hanya menjaga keseimbangan natur ilahi dan manusiawi-Nya, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi soteriologi dan spiritualitas Kristen. Pemahaman ini menegaskan keutuhan Kristus sebagai Allah dan manusia sekaligus menjamin efektivitas karya keselamatan-Nya, sehingga membantu gereja lebih mendalam menghayati misteri Inkarnasi dan penebusan.

Doktrin dyothelitisme menegaskan bahwa Yesus Kristus memiliki dua kehendak, yaitu kehendak ilahi dan kehendak manusiawi, yang selaras tanpa pertentangan.Pemahaman ini sangat penting dalam iman Kristen karena berkaitan erat dengan doktrin keselamatan.melalui inkarnasi, Kristus sungguh-sungguh menjadi manusia dengan kehendak manusiawi yang taat kepada kehendak Bapa, sehingga karya penebusan-Nya sah sebagai tindakan manusia sejati yang sekaligus ilahi.Pemahaman yang benar tentang dyothelitisme membantu umat Kristen mengerti identitas Yesus Kristus sebagai Allah sejati dan manusia sejati, serta memperteguh keyakinan akan keselamatan yang dikerjakan-Nya.Dalam konteks Reformasi, John Calvin memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan doktrin dengan menekankan kesatuan pribadi Kristus yang mengintegrasikan kedua kehendak-Nya untuk karya keselamatan.Pandangan ini tidak hanya memperkaya teologi Kristologi, tetapi juga berdampak pada pemahaman dan praktik iman gereja Reformasi.Dengan mempelajari pandangan Calvin tentang dyothelitisme, kita dapat menelusuri akar dan memahami secara lebih mendalam karya penebusan Kristus dalam sejarah gereja.

Berdasarkan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang implikasi teologis dan praktis dari doktrin dyothelitisme dalam konteks gereja masa kini. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana doktrin ini dapat diterapkan dalam kehidupan iman sehari-hari, termasuk dalam pemahaman tentang keselamatan, ketaatan kepada Allah, dan solidaritas dengan penderitaan manusia. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam bagaimana pandangan Calvin tentang dyothelitisme mempengaruhi pemahaman dan praktik gereja Reformasi saat ini. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana doktrin ini diintegrasikan dalam ajaran dan praktik gereja Reformasi, serta implikasinya bagi kehidupan iman umat Kristen. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut bagaimana doktrin dyothelitisme dapat membantu gereja dalam memahami dan menghayati misteri inkarnasi dan penebusan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana doktrin ini dapat menjadi fondasi bagi spiritualitas Kristen yang mendalam dan autentik.

  1. Under Maintenance - STTRII Verbum Dei. maintenance sttrii verbum dei re currently performing scheduled... verbum.sttrii.ac.id/index.php/VC/issue/view/11Under Maintenance STTRII Verbum Dei maintenance sttrii verbum dei re currently performing scheduled verbum sttrii ac index php VC issue view 11
  2. Under Maintenance - STTRII Verbum Dei. maintenance sttrii verbum dei re currently performing scheduled... verbum.sttrii.ac.id/index.php/VC/article/view/104Under Maintenance STTRII Verbum Dei maintenance sttrii verbum dei re currently performing scheduled verbum sttrii ac index php VC article view 104
Read online
File size326.37 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test