STTABSTTAB

MAN_RAFMAN_RAF

Ajaran sesat merupakan ancaman serius yang terus berkembang dalam komunitas Kristen kontemporer sampai saat ini, terutama di tengah era digital yang memungkinkan penyebarannya secara masif dan tanpa batas diruang-ruang platform digital. Kehadiran ajaran-ajaran menyimpang ini tidak hanya menggoyahkan doktrin yang benar, tetapi juga merusak spiritualitas jemaat yang tidak memiliki fondasi iman yang kokoh. Di banyak gereja, fenomena ini diperparah oleh lemahnya ketahanan teologis dan kurangnya pengawasan rohani dari para pemimpin jemaat. Fenomena gembala yang lebih fokus pada manajemen pelayanan daripada pemeliharaan doktrin memperburuk kondisi. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara teologis peran gembala sebagai penjaga iman dan spiritualitas jemaat dalam menghadapi ajaran sesat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber Alkitabiah, teologi pastoral, dan literatur akademik. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa adanya ajaran sesat dalam komunitas Kristen perlunya pemahaman karakteristik dan dampaknya terhadap spiritualitas jemaat. Maka gembala memiliki tanggung jawab teologis dalam perspektif biblika. Sehingga dibutuhkan strategi pastoral dalam mereduksi ajaran sesat: pendidikan, pembinaan, dan disiplin gereja hal ini merupakan formulasi teologi kepemimpinan gembala dalam konteks krisis kebenaran dan ajaran sesat kontemporer. Dengan demikian, gembala perlu membekali kekristenan secara teologis dan pastoral untuk menjaga integritas iman umat.

Kajian menegaskan bahwa ajaran sesat mengancam integritas doktrin, kedewasaan iman, dan kesatuan gereja, sehingga gembala harus berperan sebagai penjaga ortodoksi.Pendekatan pastoral harus proaktif, mencakup penguatan pendidikan, pembinaan spiritual, dan disiplin gereja berlandaskan Alkitab.Gembala perlu menjadi teladan Kristus, menjawab ajaran sesat dengan firman Tuhan, dan membimbing jemaat menuju pertumbuhan iman yang dewasa di era digital.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara empiris efektivitas program pendidikan digital bagi pendeta dalam mengidentifikasi dan menanggulangi ajaran sesat di gereja-gereja Indonesia, sehingga dapat menghasilkan model pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif. Selanjutnya, diperlukan pengembangan dan pengujian model kepengrawanan pastoral yang mengintegrasikan konseling daring dengan disiplin tradisional untuk memperkuat ketahanan jemaat terhadap informasi menyesatkan, yang diharapkan dapat meningkatkan kesiapan rohani komunitas gereja. Terakhir, studi komparatif mengenai penerapan mekanisme disiplin gereja di berbagai denominasi Indonesia dalam menanggapi ajaran sesat dapat mengungkap faktor teologis dan budaya yang memengaruhi keberhasilan strategi tersebut, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi gereja untuk mengoptimalkan respons teologis mereka.

  1. PENDIDIKAN APOLOGETIKA KRISTEN SEBAGAI JEMBATAN TERHADAP KEYAKINAN SAKSI YEHUWA | Ferianti | Inculco... e-journal.stakanakbangsa.ac.id/index.php/ijce/article/view/14PENDIDIKAN APOLOGETIKA KRISTEN SEBAGAI JEMBATAN TERHADAP KEYAKINAN SAKSI YEHUWA Ferianti Inculco e journal stakanakbangsa ac index php ijce article view 14
  2. A Research on Spiritual Formation in Christian Education - earticle. research spiritual formation christian... doi.org/10.14387/jkspth.2023.85.247A Research on Spiritual Formation in Christian Education earticle research spiritual formation christian doi 10 14387 jkspth 2023 85 247
Read online
File size268.72 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test