PSPINDONESIAPSPINDONESIA

Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta IndonesiaRitornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia

Di era digital seperti sekarang ini memberikan tantangan tersendiri bagi gereja dalam menjalankan amanat agung Tuhan Yesus Kristus untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Sosial media sepertinya membuka peluang bagi gereja untuk memberikan injil dengan lebih leluasa sampai di daerah‑daerah terpelosok bahkan dengan cara‑cara baru dalam peribadan meskipun secara online. Namun di sisi lain, program‑program yang ada malah mengakibatkan semakin tidak terhubungnya jemaat secara kedekatan (onsite). Inilah yang mengakibatkan hubungan atau komunikasi secara langsung satu dengan yang lain menjadi kurang nilainya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta metode studi literatur, maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang bagaimana mengaplikasikan model pemuridan melalui hubungan di tengah‑tengah zaman yang semakin modern ini. Ini berarti model pemuridan Paulus dan Timotius sebagai pemuridan yang berdasarkan hubungan harusnya dapat diterapkan bahkan dimultiplikasikan di dalam gereja masa kini.

Pemuridan, sebagaimana dicontohkan oleh Yesus dan Paulus, merupakan panggilan untuk mengikut Kristus, menjangkau orang terhilang, dan membangun hubungan pribadi yang berkelanjutan, sehingga menghasilkan multiplikasi murid dan pemimpin.Model pemuridan Paulus‑Timotius menekankan pentingnya kedekatan relasional dalam proses memuridkan, bukan sekadar program formal, sehingga gereja dapat mengatasi stagnasi rohani.Dengan menerapkan pemuridan berbasis hubungan, gereja masa kini dapat menghasilkan pertumbuhan yang dinamis dan pelipatgandaan murid serta pemimpin.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana model pemuridan relasional dapat diimplementasikan melalui platform digital, khususnya di kalangan jemaat muda, untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan keterlibatan rohani. Selanjutnya, diperlukan perbandingan hasil pemuridan berbasis hubungan antara gereja‑gereja perkotaan dan pedesaan pasca‑pandemi, guna mengidentifikasi faktor‑faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan model tersebut. Akhirnya, penting untuk merancang dan menguji kurikulum yang mengintegrasikan pemuridan relasional dengan mentoring kelompok kecil secara daring, sehingga dapat memberikan pedoman praktis bagi gereja dalam mengembangkan program pemuridan yang adaptif dan berkelanjutan.

  1. #studi literatur#studi literatur
  2. #kualitatif deskriptif#kualitatif deskriptif
Read online
File size341.25 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-35C
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test