STTABSTTAB
MAN_RAFMAN_RAFKepemimpinan gereja masa kini sedang menghadapi krisis yang serius akibat melemahnya integritas moral dan banalitas etis yang semakin mengemuka. Banyak kasus menunjukkan bahwa perilaku otoriter, penyalahgunaan kuasa, keinginan pada jabatan dan kuasa serta perilaku amoral telah menciptakan luka mendalam dalam komunitas iman dan merusak keutuhan Tubuh Kristus. Fenomena ini menjadi indikator kuat dari dekadensi kepemimpinan yang tidak lagi berpijak pada nilai-nilai alkitabiah dan prinsip teologi etis yang seharusnya menjadi fondasi pelayanan Kristen. Disintegrasi gereja sebagai dampak langsung dari kegagalan moral kepemimpinan menunjukkan urgensi untuk mengkaji kembali relasi antara etika Kristen dan struktur kekuasaan dalam tubuh gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara teologis dan etis bagaimana dekadensi kepemimpinan berkontribusi terhadap perpecahan gereja di era kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa amoralitas dan banalitas dalam kepemimpinan Kristen menjadi faktor utama penyebab dekadensi moral yang berujung pada disintegrasi Tubuh Kristus dan krisis moralitas gereja. Ketika kepemimpinan kehilangan dimensi spiritual dan integritas etisnya, gereja tidak lagi mampu menjalankan fungsi profetisnya dalam masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan aktualisasi dan strategi reformasi kepemimpinan yang menekankan pendidikan moral dan akuntabilitas sebagai upaya pemulihan otoritas rohani dan kesatuan gereja.
Penelitian ini menemukan bahwa dekadensi moral dalam kepemimpinan Kristen disebabkan oleh kombinasi amoralitas dan banalitas, yang merusak integritas rohani pemimpin dan menciderai kesaksian gereja.Disintegrasi tubuh Kristus menjadi konsekuensi logis dari krisis moral ini, ditandai dengan perpecahan, konflik, dan melemahnya kesaksian gereja.Pemulihan kepemimpinan Kristen memerlukan pertobatan mendalam, pemurnian spiritual, dan peneguhan nilai-nilai etika Kristen yang murni.
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap banalitas moral dalam kepemimpinan Kristen, termasuk pengaruh budaya, sistem pendidikan, dan dinamika kekuasaan internal gereja. Kedua, studi komparatif antara berbagai denominasi Kristen dapat dilakukan untuk memahami bagaimana perbedaan struktur organisasi dan praktik akuntabilitas mempengaruhi tingkat kerentanan terhadap krisis moral. Ketiga, penelitian aksi yang melibatkan partisipasi aktif dari pemimpin gereja dan anggota jemaat dapat dirancang untuk menguji efektivitas berbagai intervensi pendidikan moral dan program pembinaan karakter. Penelitian ini dapat mencakup pengembangan kurikulum pelatihan kepemimpinan yang berfokus pada integritas, kerendahan hati, dan pelayanan, serta pembentukan mekanisme pengawasan dan akuntabilitas yang transparan dan efektif. Dengan demikian, gereja dapat membangun kepemimpinan yang kuat secara spiritual dan etis, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan integritas dan relevansi.
- Integritas Kepemimpinan Yosua dan Implikasinya bagi Pemimpin Umat Tuhan Masa Kini | Jurnal Teologi Injili.... doi.org/10.55626/jti.v3i2.55Integritas Kepemimpinan Yosua dan Implikasinya bagi Pemimpin Umat Tuhan Masa Kini Jurnal Teologi Injili doi 10 55626 jti v3i2 55
- Implikasi Dari Kepemimpinan Yang Berintegritas Bagi Pendidikan Pemimpin Kristen | Yeniretnowati | Veritas... jurnal.sttkn.ac.id/index.php/Veritas/article/view/141Implikasi Dari Kepemimpinan Yang Berintegritas Bagi Pendidikan Pemimpin Kristen Yeniretnowati Veritas jurnal sttkn ac index php Veritas article view 141
- http://ojs.sttsappi.ac.id/index.php/tedeum/index. kepemimpinan alkitab penerapannya lembaga kristen te... doi.org/10.51828/td.v5i1.114ojs sttsappi ac index php tedeum index kepemimpinan alkitab penerapannya lembaga kristen te doi 10 51828 td v5i1 114
| File size | 261.75 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STTNISTTNI Hasil kajian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, sinodalitas menuntut Gereja mengembangkan spiritualitas mendengarkan dan perjalanan bersama yang berakarHasil kajian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, sinodalitas menuntut Gereja mengembangkan spiritualitas mendengarkan dan perjalanan bersama yang berakar
STTABSTTAB Institusi keagamaan yang semestinya menjadi ruang pembentukan karakter dan spiritualitas justru berpotensi menjadi lahan subur bagi penyebaran paham kejahatanInstitusi keagamaan yang semestinya menjadi ruang pembentukan karakter dan spiritualitas justru berpotensi menjadi lahan subur bagi penyebaran paham kejahatan
STTABSTTAB Dalam konteks ini, etika Kristen menjadi fondasi utama bagi tanggung jawab gereja dalam membangun ekologi digital yang sehat, berintegritas, dan bebasDalam konteks ini, etika Kristen menjadi fondasi utama bagi tanggung jawab gereja dalam membangun ekologi digital yang sehat, berintegritas, dan bebas
STTABSTTAB Penelitian ini bertujuan membangun teologi misi dalam menghadapi dinamika evangelisasi digital di kalangan generasi muda tersebut. Melalui pendekatan kualitatifPenelitian ini bertujuan membangun teologi misi dalam menghadapi dinamika evangelisasi digital di kalangan generasi muda tersebut. Melalui pendekatan kualitatif
STTABSTTAB Berbagai kasus di tingkat global, nasional, dan lokal menunjukkan dampak negatif game online, mulai dari perilaku kekerasan hingga dekadensi moral di kalanganBerbagai kasus di tingkat global, nasional, dan lokal menunjukkan dampak negatif game online, mulai dari perilaku kekerasan hingga dekadensi moral di kalangan
STTABSTTAB Artikel ini menganalisis pandangan John Calvin mengenai dyothelitisme, terutama bagaimana ia menafsirkan dan mengintegrasikan kedua kehendak Kristus dalamArtikel ini menganalisis pandangan John Calvin mengenai dyothelitisme, terutama bagaimana ia menafsirkan dan mengintegrasikan kedua kehendak Kristus dalam
JURNALHUKUMDANPERADILANJURNALHUKUMDANPERADILAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tanah Luwu umumnya berpegang pada Islam; namun, mereka tetap sangat menghormati adat istiadat yang diturunkanHasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tanah Luwu umumnya berpegang pada Islam; namun, mereka tetap sangat menghormati adat istiadat yang diturunkan
UNISAPUNISAP Kurangnya kesadaran siswa serta pemahaman siswa tentang pentingnya tata tertib yang diterapkan. Upaya guru mengatasi siswa yang melanggar aturan tata tertibKurangnya kesadaran siswa serta pemahaman siswa tentang pentingnya tata tertib yang diterapkan. Upaya guru mengatasi siswa yang melanggar aturan tata tertib
Useful /
STTABSTTAB Tanggapan dari responden atau peneliti lebih mengarah pada konsep kewirausahaan misi. Pemahaman tentang kewirausahaan misi belum cukup komprehensif. ArtikelTanggapan dari responden atau peneliti lebih mengarah pada konsep kewirausahaan misi. Pemahaman tentang kewirausahaan misi belum cukup komprehensif. Artikel
ITSKESICMEITSKESICME Variabel independen adalah pelatihan baby gym. Variabel dependen adalah kemampuan ibu untuk melakukan baby gym. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulanVariabel independen adalah pelatihan baby gym. Variabel dependen adalah kemampuan ibu untuk melakukan baby gym. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan
STTABSTTAB Kehadiran ajaran-ajaran menyimpang ini tidak hanya menggoyahkan doktrin yang benar, tetapi juga merusak spiritualitas jemaat yang tidak memiliki fondasiKehadiran ajaran-ajaran menyimpang ini tidak hanya menggoyahkan doktrin yang benar, tetapi juga merusak spiritualitas jemaat yang tidak memiliki fondasi
STTABSTTAB Dengan mengintegrasikan seni, kearifan lokal, dan teknologi, artikel ini menawarkan model pendidikan dan strategi moderasi beragama yang berkelanjutanDengan mengintegrasikan seni, kearifan lokal, dan teknologi, artikel ini menawarkan model pendidikan dan strategi moderasi beragama yang berkelanjutan