STTABSTTAB

MAN_RAFMAN_RAF

Penelitian ini mengkaji peran seni tradisional, khususnya tarian Maengket dan tradisi Pangucapan Syukur di Minahasa, sebagai medium strategis dalam penguatan moderasi beragama dan pendidikan seni yang kontekstual. Melalui pendekatan etnomusikologi, sosiomusikologis, dan teori cultural sustainability, penelitian ini menunjukkan bahwa struktur musikal Maengket tidak hanya mengandung kompleksitas estetika, tetapi juga fungsi pedagogis dan spiritual. Praktik budaya ini terbukti efektif menciptakan ruang dialog antariman yang alami, memperkuat nilai kebersamaan, dan mendorong kohesi sosial di masyarakat multikultural. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya adaptasi seni tradisional ke dalam kurikulum pendidikan formal serta pemanfaatan platform digital untuk menjangkau generasi muda. Dengan mengintegrasikan seni, kearifan lokal, dan teknologi, artikel ini menawarkan model pendidikan dan strategi moderasi beragama yang berkelanjutan dan relevan dengan dinamika sosial Indonesia masa kini.

Maengket dan Pangucapan Syukur di Minahasa tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sistem pendidikan seni musik yang holistik dan sebagai medium penguatan moderasi beragama.Melalui pendekatan sosiokultural, dan etnomusikologi, penelitian ini menemukan bahwa struktur musikal Maengket dengan pola pentatonik, metafora alam, dan performansi kolektif memiliki nilai pedagogis tinggi dalam mentransmisikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan teknikal secara simultan.Praktik Maengket dalam konteks lintas agama di Minahasa memberikan bukti nyata bahwa seni dapat berperan sebagai alat diplomasi budaya dan rekonsiliasi yang efektif.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas model pendidikan seni berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan toleransi dan kohesi sosial di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki tradisi seni serupa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan platform digital yang interaktif dan menarik bagi generasi muda untuk mempelajari dan mengapresiasi seni tradisional, serta bagaimana platform tersebut dapat digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan moderasi beragama secara efektif. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana seni tradisional dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal di berbagai tingkatan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, dengan memperhatikan kebutuhan dan karakteristik masing-masing kelompok usia. Integrasi ini diharapkan dapat melestarikan warisan budaya sekaligus menumbuhkan nilai-nilai positif bagi generasi penerus bangsa.

Read online
File size190.97 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test