STTABSTTAB

MAN_RAFMAN_RAF

Kekerasan seksual terhadap anak membutuhkan usaha preventif yang disertai dengan penanggulangan serius berkelanjutan dalam upaya pemutusan mata rantai terkait kekerasan seksual terhadap anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran, upaya serta solusi yang dapat dilaksanakan gereja terkait pemutusan mata rantai kekerasan seksual terhadap anak. Dalam menganalisis masalah tersebut, maka metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Berdasarkan penelitian, maka ditemukan hasil yang menunjukkan bahwa usaha pemutusan mata rantai kekerasan seksual dapat dilakukan melalui tugas gereja dalam bidang Koinonia, Marturia dan Diakonia. Solusi dan upaya yang dapat dilakukan gereja dapat dimulai dengan kesadaran akan ekosistem kekerasan seksual terhadap anak yang dilanjutkan melalui aksi nyata. Gereja perlu menyuarakan darurat kejahatan seksual dan menghimbau jemaat melalui khotbah untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak, memberi pembinaan iman bagi semua kelompok kategorial dan pendampingan terhadap korban.

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian segera dari gereja dan seluruh elemen masyarakat.Upaya pemutusan mata rantai kekerasan seksual terhadap anak harus dilakukan secara sinergis dan terencana melalui implementasi tritugas panggilan gereja.Gereja perlu meningkatkan kesadaran jemaat akan bahaya kekerasan seksual, memberikan pembinaan sejak dini, serta memberikan pendampingan bagi korban.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper ini, beberapa ide penelitian baru dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas program-program pencegahan kekerasan seksual yang telah diimplementasikan oleh gereja, dengan fokus pada dampak jangka panjang terhadap perilaku dan kesadaran jemaat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendampingan korban kekerasan seksual yang holistik dan berbasis iman, yang tidak hanya memberikan dukungan psikologis, tetapi juga spiritual dan sosial. Ketiga, penting untuk meneliti peran serta masyarakat sipil dan lembaga pemerintah dalam berkolaborasi dengan gereja untuk menciptakan lingkungan yang aman dan protektif bagi anak-anak, serta mengadvokasi kebijakan yang lebih kuat dalam melindungi anak dari kekerasan seksual. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia, serta memperkuat peran gereja sebagai agen perubahan sosial yang positif.

  1. Child sexual abuse violence against human dignity of children – Consortia Academia. child sexual... doi.org/10.5861/ijrse.2021.a124Child sexual abuse violence against human dignity of children Ae Consortia Academia child sexual doi 10 5861 ijrse 2021 a124
  2. Login. ciptaan lisensi creative commons atribusi jurnal.unpad.ac.id/prosiding/issue/view/1264Login ciptaan lisensi creative commons atribusi jurnal unpad ac prosiding issue view 1264
  3. Program“Jari Peri” sebagai Pelindung Anak dari Kekerasan Seksual | Islawati | Jurnal Psikologi.... doi.org/10.22146/jpsi.7167ProgramAuJari PeriAy sebagai Pelindung Anak dari Kekerasan Seksual Islawati Jurnal Psikologi doi 10 22146 jpsi 7167
Read online
File size370.76 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test